Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah isu pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara akibat aktivitas tambang ilegal yang menjamur di sekitar kawasan destinasi wisata Pulau Lombok.
Juru Bicara Pemerintah NTB Ahsanul Khalik mengatakan, belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara isu tambang ilegal dengan pembatalan liburan turis asing.
"Kami sudah menelusuri sumber awal isu pembatalan tersebut, tidak ada pernyataan resmi dari kedutaan maupun wisatawan," ujarnya dalam keterangan di Mataram, Senin.
Ahsanul menuturkan, kabar pembatalan liburan wisatawan mancanegara tersebut masih sebatas cerita tanpa konfirmasi langsung kepada turis asing yang disebut-disebut membatalkan agenda liburan mereka ke NTB.
Baca juga: Reklamasi dan janji yang ditimbun
Menurutnya, keputusan wisatawan untuk berkunjung atau membatalkan perjalanan dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi keamanan umum, akses transportasi, harga, cuaca, kualitas layanan destinasi, dan reputasi promosi.
"Narasi tambang ilegal otomatis menyebabkan pembatalan kunjungan wisatawan belum memiliki korelasi langsung yang kuat, baik secara fakta lapangan maupun kajian ilmiah," kata Ahsanul.
Lebih lanjut ia menyampaikan persoalan tambang ilegal dan pariwisata adalah dua isu yang berbeda dan membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda pula.
Tambang ilegal adalah persoalan penegakan hukum dan perlindungan lingkungan, sedangkan pariwisata adalah sektor pembangunan ekonomi dan pelayanan publik.
Baca juga: Hiu paus dan laut yang diuji
"Kasus tambang ilegal dan pembatalan perjalanan wisatawan adalah dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan di jalur masing-masing dan tidak otomatis saling menentukan," ucap Ahsanul.
Pemerintah NTB menegaskan keseriusan dalam menangani persoalan tambang ilegal lantaran aktivitas tersebut secara jelas melanggar hukum dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran, serta konflik sosial.
Pemerintah menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sektor pariwisata didorong sebagai lokomotif bagi penggerak ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja serta sumber pertumbuhan usaha masyarakat.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya dalam kegiatan musyawarah daerah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Ahmad Nur Aulia menyampaikan rombongan pesepeda dari Inggris batal liburan ke Lombok akibat mengetahui ada aktivitas tambang ilegal dekat destinasi wisata.
Baca juga: Pungli gerus citra pariwisata Lombok
Ia mengungkapkan rombongan turis asing berjumlah sekitar 80 orang tersebut sangat peduli terhadap isu lingkungan, sehingga mereka mengurungkan niat berlibur usai mengetahui ada kegiatan pertambangan di Lombok tidak menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Baca juga: Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































