Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengusulkan tiga Sekolah Rakyat (SR) upaya perluas akses pendidikan masyarakat di berbagai daerah sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam mendekatkan akses pendidikan.
"Kita hanya menyiapkan lahan dan siap bangun. Kalau disetujui kita siapkan tiga Sekolah Rakyat, di 2026," kata Kadis Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi, Edi Kusmiran di Jambi, Selasa.
Edi merinci, lokasi pembangunan SR baru meliputi di Kabupaten Muara Bungo berada di SMK Titian Teras terintegrasi dengan tujuh SMA, 11 SMP dan 28 SD di sekitar rencana pendirian Sekolah Rakyat.
Selanjutnya, di Kabupaten Muaro Jambi, di kawasan bumi perkemahan Sungai Gelam terintegrasi dengan tiga SMA, tujuh SMP dan sembilan SD yang berada sekitar wilayah tersebut.
Baca juga: Menteri PU targetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat pada 2026
Terakhir di Kabupaten Batang Hari di Kecamatan Pemayung di kawasan SMK Pertanian Pembangunan, lokasi itu terintegrasi dengan tiga SMA, sembilan SMP dan 19 SD terdekat.
Tiga SR tersebut memiliki dukungan status kepemilikan lahan milik pemerintah, sehingga aman untuk pengembangan sekolah. Pembangunan tersebut direncanakan 2026.
Pembangunan tiga Sekolah Rakyat baru itu diperuntukkan untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh kabupaten atau kota di Provinsi Jambi.
Saat ini, Provinsi Jambi telah memiliki dua SR rintisan, terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi. Untuk dua Sekolah Rakyat tersebut akan di bangun mulai 2025.
Baca juga: Pemkot Mataram terkendala lahan laksanakan program Sekolah Rakyat
Lokasi pembangunan dua gedung SR tersebut berada di kawasan Kebun Kopi (Kota Jambi) dan kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Geragai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi itu namanya sekolah rintisan. Karena belum memiliki gedung tersendiri.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi akan di bangun pada 2025.
"Tahun ini akan di bangun, kalau tidak salah sudah ada proses tender, dananya dari pusat dan yang bangun juga pusat. Sekolah rintisan seperti di Tanjung Jabung Timur mulai dari SMP dan SMA. Sementara kalau di Kota Jambi SMA saja," jelasnya.
Baca juga: Sepekan, sinergi Kemendikdasmen-Al Azhar hingga laptop Sekolah Rakyat
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































