Pemimpin Bisnis: Peningkatan CAFTA ciptakan peluang kerja sama

3 months ago 27

Jakarta (ANTARA) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite China Garibaldi Thohir menilai protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Area/CAFTA) 3.0 akan menciptakan peluang kerja sama pasar dan industri yang berlimpah bagi perusahaan-perusahaan dari kedua belah pihak dan juga negara-negara di seluruh dunia.

"Bagi para anggota ASEAN seperti Indonesia, hal ini tentu saja akan meningkatkan daya saing, menarik investasi yang berkelanjutan, dan memperkuat integrasi regional di bawah kerangka kerja yang terbuka dan berbasis aturan," kata Garibaldi Thohir kepada Xinhua baru-baru ini.

Thohir menyatakan bahwa protokol itu menggabungkan area-area baru seperti ekonomi digital, hijau, dan konektivitas rantai pasokan. Menurut dia, transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi hijau merupakan inti dari agenda pembangunan Indonesia, dan pencapaian target nol karbon pada 2060 akan bergantung pada kemitraan di bidang energi bersih dan mobilitas listrik. Hal ini sejalan dengan prioritas strategis China.

Truk-truk bermuatan produk pertanian dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN di Pelabuhan Lintas Persahabatan di Pingxiang, Guangxi Zhuang, China, (21/3/2025). (Xinhua/Cao Yiming)

Dalam ekonomi digital, kolaborasi dapat mencakup platform e-commerce, logistik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta ekosistem pembayaran digital yang memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) dan mengurangi biaya transaksi, tambahnya.

Terkait Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) kedelapan yang akan diselenggarakan di Shanghai, Thohir mengatakan bahwa UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan CIIE memberikan kesempatan langka bagi mereka untuk berintegrasi ke dalam ekosistem perdagangan global.

Dia menjelaskan, dalam ekonomi hijau, Indonesia ingin belajar dari keahlian China dalam teknologi energi terbarukan, rantai pasokan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan kerangka kerja pembiayaan hijau.

Kerangka kerja Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) menciptakan momentum baru bagi kerja sama Indonesia-China, khususnya bagi UKM.

"Dengan menyederhanakan prosedur bea cukai dan mempromosikan e-commerce dan perdagangan digital, RCEP memungkinkan bisnis Indonesia memiliki akses yang lebih besar ke rantai nilai regional", kata Thohir.

Menurut dia, Indonesia dan China memiliki kekuatan dan aspirasi yang sama di berbagai sektor, termasuk energi hijau, ekonomi digital, pengolahan mineral hilir, dan pertanian berkelanjutan.

Dia menambahkan bahwa proyek "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries, Twin Parks) akan menjadi penghubung industri dan akselerator perdagangan, menyediakan sebuah platform baru untuk investasi, pertukaran teknologi, dan kerja sama industri yang lebih lanjut menghubungkan kekuatan sumber daya Indonesia dengan kapasitas produksi dan inovasi China.

Model satelit Bintang AI Tiongkok-ASEAN yang dipamerkan selama Pameran Tiongkok-ASEAN ke-22 yang diselenggarakan di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Nanning di Nanning, Guangxi Zhuang, China, (19/9/2025). (Xinhua/Zhou Tinglu)


Terkait Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) kedelapan yang akan diselenggarakan di Shanghai, Thohir mengatakan bahwa UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan CIIE memberikan kesempatan langka bagi mereka untuk berintegrasi ke dalam ekosistem perdagangan global.

"Kami yakin bahwa kerja sama Indonesia-China tidak hanya saling menguntungkan, tetapi juga menjadi fondasi bagi stabilitas dan kemajuan kawasan," katanya.

Dia menilai kemitraan yang kuat itu tidak hanya mencerminkan hubungan ekonomi yang mendalam antara kedua belah pihak, tetapi juga peran transformatif platform seperti CIIE.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |