Pebisnis sarimbit Tasikmalaya tembus pasar dunia melalui jualan online

3 months ago 13

Jakarta (ANTARA) - Pebisnis fesyen Muslim sarimbit, Rusman, sukses membawa jenama Dthree dari Tasikmalaya menembus pasar luar negeri melalui berjualan di platform online.

Cerita bermula dari sebuah garasi kecil di kawasan Tundagan, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kisah baru dimulai bagi Rusman, seorang mantan pegawai perusahaan pelat merah.

Setelah bertahun-tahun berkarier di dunia perbankan, ia mengalami sebuah kejadian yang mengguncang hidupnya, yaitu kehilangan salah satu anaknya. Kejadian ini membuatnya menata ulang prioritas, karena waktu bersama keluarga adalah hal paling berharga yang tidak bisa dibeli atau pun diulang.

Pada tahun 2019 menjadi titik balik bagi Rusman. Ia memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman dan membangun bisnis fesyen Muslim sarimbit bernama Dthree.

Produksi pertamanya sangat sederhana, hanya beberapa potong gamis dan busana sarimbit yang dijahit di garasi rumah. Seiring waktu, Dthree terus berkembang berkat kemampuannya beradaptasi dengan era digital.

Baca juga: Shopee dukung pemerintah melalui pelatihan digital bagi para santri

Rusman menyadari bahwa keberadaan di platform online adalah kunci agar UMKM bisa bertahan. Karena itu, sejak awal Dthree memilih Shopee sebagai kanal utama penjualan.

“Kami menggunakan hampir semua fitur Shopee, mulai dari Iklan Shopee, Shopee Live, hingga Shopee Video. Kampanye besar seperti double date bisa meningkatkan penjualan kami hingga 3–5 kali lipat. Belum lagi program Gratis Ongkir XTRA yang membuat pembeli makin semangat check-out produk kami,” kata Rusman di Tasikmalaya, Rabu.

Kini, dari garasi kecil di Tasikmalaya, Dthree telah bertransformasi menjadi korporasi dengan pabrik dan tim profesional. Siapa sangka, dari ruang kecil itulah Dthree kini tumbuh menjadi usaha yang mempekerjakan lebih dari 80 orang karyawan.

Tak berhenti sampai disitu, lewat Program Ekspor Shopee, produk Dthree juga berhasil menembus pasar luar negeri.

“Nama Dthree berasal dari konsep 3D: Dagang, Dakwah, dan Dermawan. Dari ‘Dermawan’ inilah kami ingin bisnis ini tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kalau kami tumbuh, masyarakat juga harus ikut tumbuh,” jelasnya.

Puncak pengakuan datang ketika Dthree terpilih mewakili Tasikmalaya dalam ajang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas 2025, sebuah program kompetisi yang mempertemukan UMKM-UMKM terpilih dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan total hadiah Rp1 Miliar.

Melalui program ini, Rusman mendapatkan pelatihan bisnis, optimalisasi pemasaran digital, hingga kesempatan memperluas jaringan usaha.

“Program Shopee Jagoan UMKM memberi banyak ilmu praktis, terutama tentang branding. Kami belajar bagaimana mengubah bisnis kecil menjadi usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan,” kata Rusman.

Kisah Dthree bukan sekadar tentang kesuksesan bisnis, tetapi juga tentang perubahan cara berpikir dari keraguan untuk memulai menjadi keberanian untuk berkembang. Dthree membuktikan bahwa perjalanan dari garasi menuju pasar dunia bukanlah mimpi, melainkan hasil dari tekad, pembelajaran, dan kemampuan untuk beradaptasi.

Baca juga: Aksi seru dan penuh makna di Grand Final Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas

Baca juga: Industri fesyen berperan signifikan bagi ekonomi daerah

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |