PDI Perjuangan: Idul Fitri momen saling memaafkan jaga persaudaraan

18 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyatakan perayaan Idul Fitri menjadi momentum untuk mewujudkan persaudaraan nasional demi terciptanya perdamaian.

"Idul Fitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf memaafkan. Terlebih setelah selama satu bulan penuh, menggembleng jiwa dan raga dengan berpuasa," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengutip pesan Ketua Umum Megawati dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Hasto, Megawati meyakini bahwa momen saling memaafkan di Hari Raya Idul Fitri bisa membawa semangat baru untuk terus memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, Hasto menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Politik, dari Prabowo bertemu Megawati hingga lebaran di Aceh

"Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kemenangan di hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan semangat baru untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.

Lebih lanjut, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Megawati merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar dan sahabat-sahabat terdekatnya.

"Sebagai tradisi yang selalu dijaga, Ibu Megawati merayakan Idul Fitri dalam suasana kekeluargaan, penuh kehangatan dan kebersamaan bersama keluarga besar serta sahabat-sahabatnya dengan menu Lebaran khas Nusantara. Jadi, tidak ada open house. Beliau meneruskan tradisi, berhalal bihalal, merayakan Lebaran bersama keluarga dan para sahabat," ujar Hasto.

Baca juga: Wapres shalat di Masjid Istiqlal bersama Jan Ethes dan menteri

Baca juga: Seskab: Istana Presiden dibuka untuk masyarakat halal bihalal Lebaran

Pewarta: Walda Marison
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |