PBB peringatkan eskalasi baru Rusia-Ukraina, dorong perundingan

6 hours ago 1

Jenewa (ANTARA) - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, Kamis, memperingatkan potensi eskalasi lebih lanjut antara Rusia dan Ukraina di tengah ancaman baru-baru ini dari Moskow untuk mengintensifkan serangan.

"Saya sangat mendesak untuk menahan diri. Lanjutkan negosiasi dan akhiri penderitaan," kata Turk dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan eskalasi permusuhan yang "berbahaya" telah menyebabkan peningkatan tajam korban sipil, dengan jumlah warga sipil yang tewas atau terluka di Ukraina selama empat bulan pertama tahun 2026 meningkat sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Menurut angka PBB, 815 warga sipil tewas dan 4.174 terluka antara Januari dan April tahun ini, dibandingkan dengan 682 tewas dan 3.453 terluka setahun sebelumnya. Sebagian besar korban terjadi di wilayah yang dikuasai Ukraina.

Turk menyoroti beberapa serangan skala besar baru-baru ini, termasuk serangan terhadap sebuah gedung apartemen di Kiev pada 13-14 Mei yang menewaskan 24 warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Dia juga menyinggung serangan Ukraina terhadap kompleks pendidikan di Starobilsk yang diduduki pada 21-22 Mei. Menurut otoritas Rusia, 21 orang tewas dan 44 terluka.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan informasi yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa warga sipil, termasuk siswa, termasuk di antara para korban.

"Hukum humaniter internasional menuntut agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mengambil semua tindakan pencegahan yang memungkinkan untuk menghindari kerugian bagi warga sipil - ini bukan sekadar saran atau rekomendasi, tetapi kewajiban yang mengikat yang membawa tanggung jawab hukum bagi mereka yang terlibat," katanya.

"Dan seolah-olah semua angka korban ini belum cukup mengerikan, setelah serangan-serangan ini, para pejabat Rusia secara terbuka mengancam akan meningkatkan serangan di seluruh Kiev," ujar Turk menambahkan.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB itu juga mengutuk serangan baru-baru ini oleh Rusia terhadap personel dan material kemanusiaan dan menyerukan penyelidikan independen atas kematian dan luka-luka warga sipil di kedua pihak.

Dia juga mencatat bahwa serangan oleh angkatan bersenjata Ukraina telah menewaskan dan melukai warga sipil di dalam Rusia.

"Saya menyesalkan hilangnya nyawa warga sipil dan luka-luka yang dialami warga sipil baru-baru ini," kata Turk, seraya mendesak kedua pihak untuk melakukan "investigasi yang cepat, independen, dan efektif," serta meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang bertanggung jawab.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Uni Eropa akan usulkan pembukaan negosiasi aksesi Ukraina, Juni 2026

Baca juga: Inggris dan Prancis tolak usulan Rutte gunakan PDB NATO bantu Ukraina

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |