Jakarta (ANTARA) - NU Care-LAZISNU menyatakan selalu konsisten menyalurkan daging kurban kepada masyarakat dengan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu dengan alas daun pisang atau daun jati sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Riri Khariroh menyampaikan penggunaan besek bambu dan daun sebagai wadah distribusi daging kurban telah dilakukan sejak 2019. Wadah tersebut juga mudah didaur ulang.
“Kami menggunakan unsur dari alam, yaitu besek dan daun. Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan, atau green kurban,” ujar Riri di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Pasar Induk Kramat Jati bagikan 6.000 kurban ramah lingkungan
Baca juga: Komisi III: Penggunaan APBN untuk hewan kurban Presiden tidak salah
Ia menjelaskan tradisi penggunaan besek bambu telah berlangsung sekitar tujuh tahun terakhir sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
“Kami menggunakan besek bambu kurang lebih sekitar tujuh tahun terakhir, karena kami melihat bahwa kita semua juga harus ada unsur edukasinya kepada masyarakat bahwa program-program yang kaitannya dengan program sosial-keagamaan maka unsur-unsur supaya tidak merusak lingkungan itu tetap kita jaga,” katanya.
Riri mengungkapkan penggunaan bahan alami untuk distribusi daging kurban juga dilakukan oleh jaringan NU Care-LAZISNU di berbagai wilayah Indonesia.
“Itu juga diikuti oleh NU Care-LAZISNU yang lain di daerah. Di daerah-daerah pakai besek bambu, atau cukup pakai daun jati dan pakai daun pisang yang itu mudah didapat di daerah,” katanya.
Menurutnya, penggunaan besek bambu maupun daun juga dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas dan kesegaran daging dibandingkan penggunaan wadah plastik.
“Daging itu kalau ditaruh di daun pisang ataupun juga di daun jati kondisinya pasti akan lebih fresh dibandingkan dengan wadah plastik, yang mungkin di situ ada mikro-mikro plastik yang itu sebenarnya sangat berbahaya,” kata dia.
Selain mengurangi penggunaan plastik, Riri menilai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi para perajin besek di berbagai daerah.
“Ya, penggunaan besek bambu juga dapat meningkatkan ekonomi bagi perajin besek, ini cukup banyak diapresiasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program kurban ramah lingkungan, NU Care-LAZISNU menginstruksikan seluruh jaringannya di tingkat daerah, juga masjid hingga majelis taklim, untuk mengurangi penggunaan plastik selama distribusi daging kurban.
“Kita sudah instruksikan di seluruh NU Care-LAZISNU daerah, majelis taklim, atau di masjid-masjid, semua kita instruksikan bahwa program kurban dari NU Care-LAZISNU ini harus ramah lingkungan dan mengurangi sampah,” kata dia.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Sigit Pinardi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































