Mentan: Swasembada pangan tercapai berkat andil kepala daerah

2 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan komoditas beras berkat adanya andil dari seluruh kepala daerah yang telah memberikan dukungan kuat terhadap pembangunan sektor pertanian nasional.

"Dukungan kepala daerah menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan khususnya swasembada beras yang terwujud lebih cepat dari target yang ditetapkan," kata Mentan dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Oleh karena itu, Mentan dalam keterangan di Jakarta, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati/Wali Kota se-Indonesia atas dukungan nyata di sektor pertanian.

"Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati/Wali Kota Se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun,” ujar Amran.

Mentan menegaskan keberhasilan swasembada tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam mengawal produksi, memperluas tanam, menjaga distribusi, serta melindungi petani di wilayah masing-masing.

Menurutnya sinergi pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas supportnya terhadap sektor pertanian. Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian,” kata dia.

Ia menekankan sinergi yang berkelanjutan bersama pemerintah daerah untuk mengawal program strategis Kementerian Pertanian. Ke depan, kata Mentan, pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.

Fokus hilirisasi diarahkan pada komoditas dengan permintaan tinggi di pasar global, seperti kelapa, kakao, mete, dan komoditas unggulan lainnya.

“Kemudian ke depan kita hilirisasi. Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita. Terutama sektor yang permintaannya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mete, dan seterusnya,” jelasnya.

Mentan juga menegaskan Indonesia tidak akan impor beras dan menindak perbuatan yang melanggar. Sebab, stok beras Indonesia dalam posisi kuat.

Cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat pernah menyentuh rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan stok saat ini di awal 2026 berada di kisaran 3,2 juta ton.

Selain itu, produksi padi Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Tidak boleh impor beras, kita sudah swasembada. Stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, itu ada petani padi 115 juta orang. Masa tega menzalimi orang kecil,” ucap Mentan.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian swasembada pangan Indonesia pada Rabu (7/1) lalu di Karawang, Jawa Barat.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara kompak hasilkan satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” ucap Presiden Prabowo.

Dengan capaian swasembada pangan, pemerintah menegaskan komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melalui sinergi pusat dan daerah serta kebijakan yang berpihak kepada petani.

Baca juga: Bapanas: Surplus beras naik 243 persen saat RI swasembada

Baca juga: Mentan bidik ekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai

Baca juga: Pemerintah dorong Bulog ekspor jagung saat produksi alami surplus

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |