Mentan RI turunkan tim ahli tangani penyakit bangkalan durian Sulteng

2 hours ago 3

Palu (ANTARA) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan segera menurunkan tim ahli untuk menangani penyakit bangkalan pada tanaman durian di Sulawesi Tengah.

“Saya turunkan tim, saya sudah perintahkan,” kata Andi Amran Sulaiman usai memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis.

Pada kesempatan itu, Mentan merespons aspirasi perwakilan petani durian Sulawesi Tengah yang meminta pemerintah menurunkan tim ahli untuk menangani penyakit bangkalan yang menyebabkan buah durian jatuh sebelum matang sehingga berdampak pada penurunan produksi.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani mengingat komoditas durian Sulawesi Tengah telah menembus pasar ekspor ke Tiongkok.

Baca juga: Barantin: Ekspor durian beku dari Sulteng ke China terus meningkat

Oleh karena itu, Mentan meminta jajaran terkait segera mencari tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam mengatasi penyakit tersebut.

“Sudah, hubungi itu, cari, turunkan. Negara yang biayai selama ada ahlinya. Bila perlu dari luar negeri. Cari ahli bidang itu,” ujarnya.

Secara terpisah, sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengemukakan penyakit bangkalan menjadi salah satu keluhan terbesar petani durian kepada pemerintah daerah.

“Bangkalan menjadi momok bagi petani durian, hingga kini belum ada obat-obatan mengatasi penyakit itu," ujarnya.

Baca juga: Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok sepakat perkuat pasokan ekspor

Ia menjelaskan penyakit bangkalan dapat menurunkan kualitas dan produksi buah durian. Saat ini, upaya yang dilakukan petani antara lain melalui sanitasi kebun, pengaturan tingkat kelembaban, pemupukan berimbang, serta penerapan fungisida dan biopestisida secara rutin.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng bersama Universitas Alkhairaat Palu juga menjalin kerja sama riset guna menciptakan penangkal penyakit buah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, luas kebun durian di provinsi tersebut saat ini sekitar 36 ribu hektare, dengan sekitar 12 ribu hektare di antaranya telah berproduksi.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat produksi durian di Sulawesi Tengah mencapai 95.140 ton yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan sentra produksi terbesar berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |