Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan keberadaan tiang monorel yang terbengkalai di kawasan Senayan, Jakarta, saat ini masih dalam tahap evaluasi sebelum diputuskan untuk dibongkar.
Hal itu disampaikannya merespons sikap Pemprov DKI yang urung membongkar tiang monorel di Senayan karena kewenangannya berada di Sekretariat Negara (Setneg).
"Kebetulan minggu yang lalu kami berkoordinasi memang betul dari sisi kawasan Senayan adalah bagian dari Kementerian Sekretariat Negara, memang betul," kata Mensesneg di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Prasetyo mengatakan Setneg akan mengevaluasi keberadaan tiang monorel di kawasan Senayan, Jakarta, setelah proyek pembongkaran di Kuningan, Jakarta Selatan, rampung.
Dikatakan Prasetyo, evaluasi itu dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan terhadap proyek monorel yang terbengkalai tersebut.
"Tapi memang kita belum sampai kepada keputusan untuk melakukan pembongkaran terhadap tiang monorel di area kawasan Senayan. Nanti kami mohon waktu segera kami koordinasikan setelah proses di Kuningan selesai, kita evaluasi hasilnya seperti apa," ujarnya.
Pembongkaran tiang monorel di Jakarta mulai dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembongkaran tahap awal diprioritaskan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Sementara itu, untuk kawasan Senayan, Pemprov DKI memilih opsi pemanfaatan sebagian tiang monorel agar aset yang ada tetap memiliki nilai guna. Pramono menyebut tidak seluruh tiang di kawasan tersebut akan dibongkar.
“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” kata Pramono di sela peninjauan pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Menurut Pramono, pemanfaatan tiang monorel sebagai videotron dan media reklame dinilai lebih bermanfaat dibandingkan membongkar seluruhnya. Selain menghindari pemborosan, langkah tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi daerah.
Adapun, pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said telah dimulai sejak Rabu (14/1). Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dipotong dan ditata ulang sebagai bagian dari penataan kawasan, dengan target penyelesaian pada September 2026.
Baca juga: DKI upayakan tiang monorel di Senayan digunakan reklame
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel dinilai tepat karena rusak tata kota
Pewarta: Andi Firdaus, Mentari Dwi Gayati
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































