Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh pihak untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sebagai waktu untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum bagi insan pariwisata Indonesia untuk terus tumbuh dan bergerak bersama meningkatkan peran pariwisata sebagai sektor penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Widiyanti mengajak seluruh insan pariwisata dan masyarakat untuk mengheningkan cipta sekaligus memperkuat solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bergandengan tangan membantu masyarakat yang tengah terdampak bencana.
Semangat kemerdekaan, menurut dia, perlu diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata untuk membangun pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Pariwisata, Widiyanti menyematkan tanda kehormatan kepada sejumlah insan pariwisata serta ASN Kementerian Pariwisata yang telah memberikan kontribusi dan pengabdian.
Salah satu penghargaan yang diberikan adalah Satyalancana Kepariwisataan, tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada perseorangan yang memiliki jasa besar atau prestasi luar biasa dalam pembangunan, kepeloporan, dan pengabdian di bidang pariwisata.
Satyalancana Kepariwisataan tahun ini diberikan kepada tiga penerima. Pertama, Nur Ahmadi, Ketua Desa Wisata Wukirsari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, atas jasanya mengembangkan desa wisata berbasis potensi budaya batik tulis, pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan promosi digital.
Penghargaan juga diberikan kepada Zainul Arifin, Kepala Desa Ketapanrame, Mojokerto, Jawa Timur, atas jasanya mengembangkan Desa Wisata Ketapanrame melalui pemanfaatan tanah kas desa, penguatan kemitraan, investasi masyarakat, dan pengelolaan badan usaha milik desa.
Penerima ketiga adalah almarhum Jro Gede Karang Tangki Suarshana, pelopor pengembangan Kawasan Pariwisata Tanjung Benoa dan pelestarian budaya Bali. Penghargaan diberikan atas jasanya mengembangkan Tanjung Benoa sebagai destinasi pariwisata sekaligus memperkuat pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Selain Satyalancana Kepariwisataan, tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN Kementerian Pariwisata dengan masa bakti 10, 20, dan 30 tahun. Kementerian Pariwisata juga memberikan penghargaan kepada tiga ASN teladan dan berprestasi.
"Penghargaan ini harus terus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi dan meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia," kata Widiyanti.
Baca juga: Pesona Panjat Pinang Ramaikan HUT RI, Kemenpar Ajak Masyarakat Berwisata #DiIndonesiaAja
Baca juga: Menpar sebut pariwisata RI tumbuh positif berkat strategi adaptif
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































