Lomba sampan pada hari kemerdekaan dorong aktivitas UMKM lokal Batam

1 hour ago 2

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menilai pelaksanaan lomba sampan tradisional di Pulau Belakangpadang turut mendorong aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di sekitar arena lomba yang dipenuhi penonton.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya kendaraan yang memenuhi area sekitar lokasi perlombaan.

“Kalau dilihat dari banyaknya masyarakat yang datang, bukan hanya dari Kecamatan Belakang Padang, tapi juga dari Batam. Saya lihat langsung parkir kendaraan roda dua dan roda empat sudah sampai jalanan besar. Itu menunjukkan ramainya masyarakat yang datang,” kata Firmansyah di Batam, Senin.

Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat turut memberikan dampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Belakangpadang.

Ia menyebut sejumlah pelaku usaha seperti pemilik jasa pompong, kedai kopi, warung makan hingga becak turut mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama perlombaan.

“Saya yakin pompong hari ini panen, kedai kopi panen, warung-warung makan panen, becak juga panen. Jadi kalau ada yang bilang kegiatan ini tidak mempengaruhi pelanggan usaha UMKM, berarti dia tidak memandangnya secara positif,” ujarnya.

Perlombaan tersebut mempertandingkan sejumlah jenis sampan tradisional, di antaranya ketinting saf, ketinting lepet, sampan dayung perempuan dan sampan layar.

Selain itu, terdapat perlombaan kategori modern berupa speedboat dengan beberapa kelas tonase.

Firmansyah juga mengatakan bahwa lomba tersebut diikuti oleh peserta antardaerah seperti dari Tanjung Balai Karimun, dan juga dari negara tetangga Malaysia.

Baca juga: Terminal Lebak Bulus gelar lomba tarik-dorong bus meriahkan HUT 81 RI

Baca juga: Lomba "Sunset Run" diikuti 500 peserta meriahkan HUT RI di Mimika

Sponsor kegiatan, Hasim, mengatakan perlombaan sampan layar juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi maritim masyarakat Belakangpadang yang sempat terhenti.

“Perlombaan ini sebenarnya tradisi. Sampan layar sempat hilang karena tidak diadakan dan tidak ada sponsor. Dengan sumber generasi muda yang sangat minim, tradisi ini bisa hilang. Sekarang dengan adanya kegiatan ini, banyak yang mulai membuat sampan baru,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menarik minat generasi muda agar ikut melanjutkan tradisi perlombaan sampan.

Dari yang sebelumnya hanya sekitar belasan peserta, kini tercatat sekitar 37 peserta mengikuti perlombaan.

Ia juga menambahkan, antusiasme masyarakat dalam menyaksikan perlombaan tahun ini juga meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Animo masyarakat lokal dan internasional luar biasa. Jumlah yang datang untuk menonton dan melihat sampan ini sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Baca juga: Sambut HUT RI, Panti sosial di Jakbar gelar lomba bagi warga binaan

Baca juga: Pulau Untung Jawa gelar lomba meriahkan HUT Kemerdekaan RI

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |