Samarinda (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan pengawasan mutu bibit anak ayam usia sehari atau Day Old Chick (DOC) ayam ras pedaging di tingkat pembenihan guna menjamin produktivitas dan keberlanjutan usaha para peternak lokal.
"Pengujian dan pengawasan mutu ini dilakukan guna memastikan bahwa DOC ayam ras pedaging yang dipasarkan kepada peternak benar-benar memenuhi kriteria dan persyaratan mutu yang aman serta sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4868-1:2024," kata Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur Arief Murdiyatno di Samarinda, Senin.
Dia menjelaskan bahwa pengawasan berkala ini telah dilakukan di salah satu fasilitas pembibitan (hatchery) utama di daerah, yaitu Hatchery PT Charoen Pokphand Jaya Farm yang berlokasi di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Perusahaan tersebut merupakan salah satu dari enam industri pembibitan ayam di Kaltim.
Langkah standardisasi dan penjaminan kualitas dari sisi hulu ini dipandang pihaknya vital demi memperkuat ekosistem peternakan unggas di Kaltim. Apalagi, kinerja sektoral pada tahun 2025 mencatatkan angka kebutuhan protein hewani masyarakat yang tinggi.
Berdasarkan data DPKH Kaltim setahun terakhir, populasi ternak ayam ras pedaging tercatat mencapai 60.427.285 ekor per tahun. Kemudian hasil produksi daging ayam pedaging lokal dari peternak Kaltim sebesar 70.661 ton per tahun. Sementara kebutuhan konsumsi daging ayam di daerah tersebut menembus 92.445 ton per tahun.
Baca juga: Pemerintah intervensi jaring pengaman harga ayam ras pedaging hidup
Baca juga: NTB akhiri ketergantungan bibit ayam dan pakan luar daerah
Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pangan protein warga dari ayam ras pedaging, Kalimantan Timur mendatangkan pasokan ayam ras pedaging hidup dari luar daerah sebanyak 1.454.714 ekor, serta pasokan dalam bentuk daging beku/segar sebanyak 17.379 ton, berdasarkan data per tahun terakhir.
Melihat tantangan tersebut, DPKH Kaltim tidak hanya fokus pada pengamanan kualitas bibit, tetapi juga memberikan solusi atas kendala operasional peternak. Salah satu beban terbesar peternak adalah biaya pakan yang menyumbang porsi hingga 60 persen sampai 70 persen dari total biaya produksi.
Untuk menekan tingginya biaya tersebut, DPKH Kaltim memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan berkolaborasi dengan Direktorat Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.
"Melalui pendampingan, para peternak lokal dibekali kemampuan dan keterampilan untuk menyusun formulasi ransum pakan yang berkualitas dan efisien dengan memanfaatkan potensi bahan baku pakan lokal di sekitar mereka," tambah Arief.
Baca juga: Kementan gandeng peternak-pengusaha jaga stabilitas harga ayam hidup
Baca juga: IPB kembangkan ayam pedaging lokal sumbang ketahanan pangan
Baca juga: Kementan sebut pengendalian produksi ayam ras berdampak positif
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































