GIHES diharapkan mampu rumuskan masa depan pendidikan holistik

1 hour ago 2
...GIHES adalah respons strategis terhadap krisis pendidikan modern yang kian mengkhawatirkan

Jakarta (ANTARA) - Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta pada September 2026 diharapkan mampu merumuskan masa depan pendidikan holistik sesuai dengan kebutuhan zaman di masa mendatang.

“GIHES hadir untuk merumuskan masa depan pendidikan yang holistik menyeimbangkan intelektual, spiritual, dan moral,” kata Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor yang juga Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di Jakarta,Senin

Ia mengatakan berdasarkan data WHO dan UNICEF (2024) satu dari tujuh remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental.

Ditambah lagi, proyeksi World Economic Forum yang menyatakan bahwa 39 persen keterampilan inti saat ini akan usang pada tahun 2030.

Kondisi tersebut, menurut dia membuat pendidikan saat ini berada di persimpangan jalan.

Selain itu tantangan masa depan seperti kemampuan berpikir analitis, resiliensi, kepemimpinan, dan empati adalah kompetensi non-teknis yang berakar pada pendidikan karakter.

“GIHES adalah respons strategis terhadap krisis pendidikan modern yang kian mengkhawatirkan,” kata dia.

Dirinya berharap agar dunia internasional dan institusi pendidikan di Indonesia mau belajar dari model pendidikan pesantren. Baginya, pesantren bukan sekadar tempat belajar di kelas, melainkan sebuah "School of Life" (Sekolah Kehidupan).

Ia menambahkan visi GIHES 2026 adalah mengubah pengalaman lokal pesantren menjadi pengetahuan tercatat serta dapat dipelajari secara ilmiah oleh dunia.

Dirinya berharap simposium ini menghasilkan "Deklarasi GIHES" sebagai warisan intelektual bersama dan komitmen kolektif untuk memajukan pendidikan Islam di masa depan.

Menurut dia di pesantren, santri dididik melalui disiplin 24 jam, organisasi, kepemimpinan, hingga pengabdian masyarakat.

Baca juga: Pemimpin pendidikan lintas negara bahas pendidikan holistik di GIHES

“Di saat dunia Barat baru sibuk mendiskusikan konsep "well-being" dan pembentukan karakter untuk mengatasi krisis mental remaja, pesantren di Indonesia sudah mempraktikkannya selama berabad-abad melalui integrasi ilmu, adab, dan spiritualitas,” kata dia.

Ia mengatakan simposium internasional yang akan digelar pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta ini, mengusung tema "Exploring and Revealing the Pesantren Education System".

Forum ini menghadirkan perspektif global dengan mengundang pembicara terkemuka dari lima benua yang seluruhnya fokus pada penguatan pendidikan holistik.

Dari kawasan Asia dan Timur Tengah, hadir pakar-pakar seperti Prof Nuri Tinaz dari Marmara University (Turki), Dr. Mahamood Shihab yang merupakan Principal Anshar Training College for Women (India), serta Prof. Dato'. Ts. Dr. Norazah Mohd. Nordin dari Universitas Kebangsaan Malaysia (Malaysia).

Selain itu, hadir pula Prof. Ryoko Tsuneyoshi dari Bunkyo Gakuin University (Jepang) yang akan membandingkan konsep Tokkatsu Jepang dengan sistem pendidikan asrama Islam.

Dari dalam negeri, simposium ini didukung penuh oleh tokoh-tokoh kunci pemerintahan dan akademisi, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Ketua MPR RI), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar, serta Prof Amin Abdullah dari UIN Sunan Kalijaga.

Menurut dia pembicara ini membawa satu pesan seragam "Kita membutuhkan sistem pendidikan yang menyentuh kepala, hati, dan tangan' secara bersamaan".

"Ini adalah konsensus global bahwa pendidikan tidak boleh hanya mencetak tenaga kerja, tapi harus membentuk manusia seutuhnya,” kata dia.

Sebelumnya ratusan pemimpin pendidikan lintas negara, mulai dari Kiai pimpinan pondok pesantren, ketua lembaga pendidikan, hingga pemangku kebijakan se-Asia akan berkumpul dalam forum internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada September 2026.

“Forum tingkat tinggi yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini digelar secara eksklusif untuk membedah masa depan pendidikan holistik di tengah tantangan zaman moderen,” kata Ketua Panitia GIHES 2026 KH Hadiyanto Arief di Jakarta, Jumat.

Perhelatan akbar hasil kolaborasi Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) itu dijadwalkan berlangsung pada 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Baca juga: Jusuf Kalla dukung GIHES 2026 untuk fokus pada pendidikan berkarakter

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |