Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan sektor perumahan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang memiliki dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mempercepat penyediaan rumah yang berkualitas dan terjangkau.
"Program ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus memastikan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dirinya menegaskan program perumahan bukan sekadar membangun rumah, melainkan membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, selain realisasi yang telah tercapai, masih terdapat puluhan ribu permohonan yang sedang diproses hingga tahap akad.
Ia menambahkan, dari sisi pasokan (supply) saat ini tersedia 21.077 unit rumah subsidi yang siap dibeli oleh masyarakat.
Adapun berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta mendominasi dengan total 76.715 unit KPR subsidi, diikuti kelompok wirausaha sebanyak 21.192 unit.
BP Tapera juga sebelumnya menyebut rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diminati oleh generasi milenial dan Gen-Z.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi tahun 2025 sebesar 278.868 unit, dengan kurang lebih 62 persennya diakses oleh Gen Z dan milenial, usia 19 sampai 30 tahun.
Baca juga: Menko IPK: Rumah layak huni menjadi fondasi kesejahteraan rakyat
Baca juga: BP Tapera: Realisasi KPR subsidi capai 121 ribu unit hingga Juli
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































