BUMA International Group bukukan pertumbuhan EBITDA semester I/2026

2 hours ago 2
...prioritas perusahaan adalah melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal...

Jakarta (ANTARA) - PT BUMA Internasional Gorup membukukan pertumbuhan EBITDA pada semester pertama 2026 (1H26) di tengah penurunan pendapatan dan biaya nonberulang (one-off costs).

EBITDA 1H26 tercatat sebesar 69 juta dolar AS, naik 8 persen secara tahunan (YoY) dari 64 juta dolar AS pada periode sama 2025 (1H25).

Direktur BUMA International Group Iwan Fuad Salim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu mengatakan peningkatan tersebut berhasil dicapai meskipun pendapatan tercatat lebih rendah, yang mencerminkan pemulihan margin serta peningkatan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis.

Jika tidak memperhitungkan dampak kenaikan harga bahan bakar, EBITDA akan mendekati 78 juta dolar AS, yang menunjukkan bahwa kemajuan operasional sebagian tertutupi oleh dinamika biaya yang di luar kendali perusahaan.

Sementara itu perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar 50 juta dolar AS, lanjutnya, lebih rendah 37 dari 80 juta dolar AS pada 1H25, mencerminkan pemulihan EBITDA serta adanya dampak positif dari faktor-faktor non-operasional.

Faktor-faktor tersebut meliputi keuntungan sebesar 12 juta dolar AS dari penjualan aset lahan milik Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG), penurunan depresiasi dan amortisasi sebesar 19,3 juta dolar AS akibat berkurangnya basis aset yang dapat disusutkan setelah pelepasan dan penurunan nilai aset, serta peningkatan keuntungan selisih kurs bersih sebesar 11 juta dolar AS.

Iwan menambahkan dampak positif tersebut sebagian diimbangi oleh dampak negatif sebesar 14,5 juta dolar AS terkait investasi Group di 29Metals. Belanja modal tercatat sebesar 37 juta dolar AS di 1H26, turun 67 persen dari 111 juta dolar AS selama semester I/2025.

Efisiensi belanja modal meningkat melalui optimalisasi armada dan pengalihan aset dari site yang telah berhenti beroperasi. Sebagian
besar belanja modal tahun ini dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan guna menjaga keandalan armada dan mendukung keberlanjutan operasional.

Arus kas bebas tercatat positif sebesar 39 juta dolar AS, meningkat signifikan dari 5 juta dolar AS pada 1H25, didorong oleh pemulihan EBITDA serta penurunan belanja modal.

"Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir di seluruh area operasional, optimalisasi tenaga kerja, dan pemeliharaan, telah memberikan hasil, bahkan di tengah penurunan pendapatan dan lonjakan harga bahan bakar yang signifikan," katanya.

Memasuki semester kedua, lanjut Iwan, prioritas perusahaan adalah melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal, serta mengelola eksposur harga bahan bakar seiring upaya kami memperkuat perolehan arus kas.

Baca juga: BUMA International Group bukukan peningkatan kinerja kuartal I 2026

Baca juga: BUMA Grup perkuat kesiapan tenaga kerja demi penuhi kebutuhan industri

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |