Surabaya (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.
Dudy di Surabaya, Senin dini hari, mengatakan evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja operator, mengingat kapal tersebut dilaporkan telah dua kali mengalami kebakaran.
"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi 'lesson learned' buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," katanya.
Selain evaluasi terhadap operator, Kementerian Perhubungan masih memprioritaskan pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi karena masih terdapat kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.
Menurut Dudy, perbedaan antara data manifes dan kondisi di lapangan antara lain disebabkan adanya penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa pembaruan manifes.
Selain itu, ditemukan lima anak yang belum tercatat dalam manifes sehingga menjadi bahan evaluasi penyelenggara pelayaran.
Ia menegaskan pencatatan seluruh penumpang penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan sekaligus memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung untuk anak-anak.
Dudy menambahkan proses pencocokan manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah teridentifikasi.
Baca juga: Kemenhub kerahkan kapal patroli evakuasi KM Mutiara Sentosa II
Baca juga: Roundup - KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar, lima orang meninggal dunia
Baca juga: Empat penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan meninggal dunia
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































