Menko IPK: RI-AS berpeluang perkuat kerja sama investasi infrastruktur

2 months ago 25

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang investasi, khususnya sektor infrastruktur.

“Kita ingin terus membangun kerja sama yang baik antara Indonesia dengan Amerika sebagai salah satu mitra strategis di dunia,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dirinya menegaskan bahwa forum investasi reguler ini memiliki nilai strategis untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun.

AHY menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mengawal pembangunan ekonomi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemakmuran rakyat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Semangat kemakmuran (prosperity) dan keberlanjutan (sustainability) ini harus kita kawal bersama,” katanya.

AHY menyampaikan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan tiga pilar ketahanan nasional, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan akses air bersih.

Selain itu, pemerintah juga menekankan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, perumahan layak, serta penguatan konektivitas antar daerah.

Menurut AHY, forum investasi seperti ini memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan agenda pembangunan 5–10 tahun ke depan. Di sisi lain, forum ini membuka ruang bagi investor untuk memahami arah kebijakan pemerintah dan memperkuat kepercayaan dalam bekerja sama.

“Yang paling penting selain memahami satu sama lain adalah membangun trust dan confidence. Dengan begitu, investor tidak hanya bertahan di Indonesia, tetapi juga meningkatkan investasinya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan investasi akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Menanggapi kebutuhan pendanaan infrastruktur Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp6.500 triliun hingga 2040, AHY menyebut bahwa pemerintah masih akan melakukan pembahasan mendalam dengan mitra Amerika Serikat mengenai sektor-sektor prioritas.

“Setelah forum ini, kami akan melanjutkannya melalui Infrastructure Project Facilitation Office. Di sana akan dibahas lebih spesifik mengenai proyek-proyek yang dapat dikerjasamakan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah memiliki otoritas untuk mengoordinasikan kementerian teknis terkait, seperti Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan, untuk menindaklanjuti minat investasi di berbagai sektor.

Mulai dari infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, hingga pembangunan bandara, dermaga, dan fasilitas strategis lainnya, seluruhnya akan dibahas bersama pemangku kepentingan di bawah koordinasi Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

AHY menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–AS di bidang investasi infrastruktur merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan nasional dan pemerataan pembangunan wilayah.

“Kami ingin memastikan tidak ada daerah yang tertinggal, dan investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: IIF investasi Rp400 miliar di KIK EBA Syariah dukung infrastruktur RI

Baca juga: Kemenkoinfra bidik infrastruktur untuk dapatkan investasi dari China

Baca juga: Menperin ajak perusahaan asal China perkuat infrastruktur gas di RI

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |