Media: AS informasikan NATO tentang rencana kurangi komitmen tempur

6 hours ago 1

Washington (ANTARA) - Pentagon telah memberitahukan kepada mitra-mitra Eropanya tentang niatnya untuk mengurangi aset militer Amerika Serikat tertentu yang dikerahkan ke NATO dalam situasi krisis potensial, menurut laporan Fox News, Kamis, mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Seorang perwakilan senior Pentagon membagikan detail penyesuaian yang direncanakan selama pertemuan Direktur Kebijakan Pertahanan NATO di Brussel pada Jumat, menurut laporan tersebut.

Pemerintahan bertujuan untuk mengurangi kemampuan-kemampuan kunci tertentu sekitar sepertiga hingga setengahnya, tambah laporan itu, termasuk pesawat pembom strategis, pesawat tempur, dan pasukan angkatan laut tertentu.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengakui perubahan tersebut dalam sebuah pernyataan, dan menggambarkannya sebagai peluang bagi sekutu untuk meningkatkan peran mereka.

"Departemen Perang mengumumkan perubahan pada kontribusi AS terhadap Model Pasukan NATO pada pertemuan Direktur Kebijakan Pertahanan di Brussel," kata Parnell dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada Fox News Digital.

"Perubahan ini merupakan peluang bagi sekutu untuk menunjukkan bahwa mereka telah mendengar seruan Presiden Trump agar mereka meningkatkan peran dan mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanan konvensional Eropa," tambahnya.

Parnell menekankan bahwa sekutu NATO harus segera meningkatkan pengeluaran pertahanan sesuai dengan komitmen KTT Den Haag mereka, dengan fokus pada kemampuan tempur spesifik yang paling dibutuhkan untuk pertahanan Eropa.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Prancis dorong Eropa perkuat peran dalam NATO

​​​​​​​Baca juga: Eropa susun rencana cadangan antisipasi AS keluar dari NATO

Baca juga: Rutte: "NATO 3.0" dorong Eropa ambil peran pertahanan lebih besar

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |