Muar, Johor, Malaysia (ANTARA) - Sebuah kereta Light Rail Transit (LRT) di Kuala Lumpur, Malaysia mengalami insiden keluar dari jalur di dekat salah satu stasiun, di Kuala Lumpur, Kamis.
Kementerian Perhubungan Malaysia, dalam laporan BERNAMA, segera membentuk gugus tugas untuk menyelidiki insiden dan akan menerapkan sanksi maksimum bagi operator jika ada kelalaian yang terbukti.
Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa temuan investigasi tim tersebut akan diserahkan kepada Kabinet dan dipublikasikan sesegera mungkin.
Badan Transportasi Darat Publik (APAD) Malaysia, telah diarahkan untuk mengambil tindakan hukuman paling berat terhadap operator layanan LRT, Prasarana Malaysia Bhd (Prasarana).
"Pihak berwenang APAD segera membuka penyelidikan atas insiden ini," kata Loke dalam sebuah pernyataan.
Loke mengatakan tidak seorang pun pihak operator di jajaran manajemen puncak akan terbebas dari pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
"Standar keselamatan dan keandalan layanan publik bukanlah sesuatu yang dapat dikompromikan," tegas Loke, seraya menyampaikan tindakan serius, termasuk pemecatan, dapat diambil terhadap pihak yang lalai.
Dalam insiden itu, sebuah kereta LRT Jalur Ampang-Sri Petaling tergelincir saat melewati wesel kereta dekat stasiun Chan Sow Lin, sehingga mengganggu jadwal layanan di jalur tersebut.
Insiden tersebut disebabkan oleh kerusakan pada wesel rel, yang mencegah kereta untuk bergerak.
Pada saat kejadian, terdapat 25 penumpang di dalam kereta yang terdampak, dan mereka berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada laporan cedera.
Baca juga: LRT, MRT dan monorail di Kuala Lumpur ditutup untuk keamanan publik
Baca juga: Dua LRT bertabrakan di Kuala Lumpur Senin malam
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































