KPK sebut tak ada kendala tahan tersangka kasus jalan layang Riau

2 months ago 27

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan tidak ada kendala untuk menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi dalam pembangunan jalan layang di Provinsi Riau.

“Terkait dengan perkara flyover (jalan layang, red.) di Riau, tidak ada kendala,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/11).

Walaupun demikian, Budi mengatakan penanganan perkara tersebut belum dinyatakan lengkap untuk dilakukan tahap-tahap selanjutnya, yakni penahanan, pelimpahan, persidangan, hingga penuntutan.

Sebelumnya, KPK pada 10 Januari 2025 menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pembangunan jalan layang Simpang Jalan Tuanku Ambusai-Jalan Soekarno Hatta di lingkungan Pemprov Riau pada tahun anggaran 2018.

Para tersangka tersebut adalah Kepala Bidang Pembangunan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau sekaligus merupakan kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen berinisial YN, dan konsultan perencana berinisial GR.

Kemudian Direktur Utama PT Semangat Hasrat Jaya berinisial TC, Direktur PT Sumbersari Ciptamarga berinisial ES, dan Kepala PT Yodya Karya (Persero) Cabang Pekanbaru berinisial NR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka adalah Yunannaris (YN) Gusrizal (GR), Triandi Chandra (TC), Elpi Sandra (ES), dan Nurbaiti (NR).

Dalam perkara itu, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp60,8 miliar dari nilai kontrak sebesar Rp159,3 miliar.

Baca juga: KPK panggil dua ASN jadi saksi kasus pembangunan jalan layang di Riau

Baca juga: KPK dalami penerimaan uang Rp600 juta ke kerabat eks Kadis PUPR Riau

Baca juga: KPK masih dalami Sekretaris Dinas PUPRPKPP Riau ikut nikmati pemerasan

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |