KPK bawa 9 dari 15 orang yang ditangkap terkait OTT Wali Kota Madiun

2 weeks ago 8
“Sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan menangkap 15 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait Wali Kota Madiun Maidi, dan hanya membawa sembilan orang ke Jakarta.

“Sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa salah satu dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut adalah Maidi.

“Salah satunya Wali Kota Madiun,” katanya.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari Wali Kota Madiun sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026.

Pada 11 Januari 2026, KPK mengungkapkan OTT tersebut mengenai dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

Lima dari delapan orang yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala KPP Madya Jakut Dwi Budi (DWB), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakut Agus Syaifudin (AGS), Tim Penilai di KPP Madya Jakut Askob Bahtiar (ASB), konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD), serta Staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto (EY).

Pada 19 Januari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan OTT kedua di 2026, dan menangkap Wali Kota Madiun Maidi.

Baca juga: KPK lakukan OTT kedua di 2026, tangkap Wali Kota Madiun Maidi

Baca juga: Wali Kota Maidi lepas keberangkatan 152 calon haji Madiun

Baca juga: Wali Kota Maidi resmikan laboratorium kultur jaringan Kota Madiun

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |