Bengkulu (ANTARA) - Korem 041/Gamas memberangkatkan personel Satuan tugas pengamanan pulau terluar Indonesia yang berada di Provinsi Bengkulu, Pulau Enggano pada Senin 5 Januari 2026.
"Tugas ini bukanlah tugas yang ringan, namun saya yakin dengan semangat, dedikasi, dan disiplin yang tinggi, kalian akan mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya," kata Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, di Bengkulu, Senin.
Aryanto yang juga merupakan komandan Kolakops Satgas Pulau terluar Enggano mengatakan personel yang diberangkatkan Satgas pengamanan pulau terluar berjumlah sebanyak 33 orang yang berasal dari satuan Batalion 144/Jaya Yuda.
Ia memimpin langsung pelaksanaan upacara pemberangkatan personel satuan tugas pengamanan pulau terluar ke pulau Enggano. Personel yang diberangkatkan merupakan prajurit yang sudah disiapkan sehingga dinyatakan memenuhi persyaratan baik dari aspek kesehatan, jasmani dan psikologi.
"Dengan penuh rasa bangga dan hormat, saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kalian yang telah siap mengemban amanah sebagai personel satgas pengamanan pulau terluar di Pulau Enggano," kata dia.
Ia mengatakan selama 365 hari ke depan, para personel tersebut akan menggantikan personel lama yang sudah melaksanakan tugas operasi pengamanan pulau terluar Enggano di wilayah Provinsi Bengkulu.
"Tugas kalian mencakup beberapa hal penting, yaitu melaksanakan operasi pengamanan pulau terluar, kalian harus selalu siap siaga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Pulau Enggano dari segala bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar, di antaranya pencurian ikan, penyelundupan, dan lainnya," ucapnya.
Ia menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme, kepedulian dan membantu terhadap masyarakat seperti laksanakan program manunggal air dan manunggal sawah, serta jaga sinergitas dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Terakhir laporkan setiap perkembangan dan situasi di lapangan," kata dia lagi.
Pulau Enggano merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan luas 397,2 kilometer persegi, memiliki kepadatan penduduk 6,71 jiwa per kilometer persegi.
Enggano memiliki potensi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Selain itu Enggano memiliki potensi Perkebunan rakyat dari berbagai jenis diantaranya cokelat, melinjo, cengkeh, kelapa, kopi dan buah-buahan dan yang paling dominan hasil perkebunan masyarakat Enggano adalah pisang.
Jarak dari pusat kota Bengkulu ke pulau Enggano sejauh 90 mil laut atau 156 kilometer dengan transportasi perintis yang tersedia jalur laut dan udara.
Dari segi geografi, Pulau Enggano merupakan pulau terluar Provinsi Bengkulu yang berada di Samudera Hindia. Oleh karena itu, kata dia sudah tepat bila wilayah tersebut ditempatkan Satgaspam pulau terluar untuk menjaga kedaulatan negara dan melaksanakan pembinaan wilayah.
Hak tersebut telah dijelaskan dalam UU Nomor 34/2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1), tugas pokok TNI.
Tugas tersebut yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, termasuk di dalamnya masyarakat Pulau Enggano.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































