Jakarta (ANTARA) - Kecemasan merupakan salah satu sifat bawaan manusia, kondisi yang mengkhawatirkan masa depan, tantangan dan ancaman lainnya, namun patut diwaspadai bahwa kecemasan yang berlebihan bisa melemahkan kesehatan fisik dan mental seseorang.
Dikutip dari Hindustan Times, Senin, kebiasaan sehari-hari bisa menjadi manajemen yang tepat untuk penanganan kecemasan, di samping terapi dan perawatan profesional.
“Kecemasan mulai mereda ketika orang berhenti mencoba mengendalikan pikiran mereka dan malah belajar melatih respons dengan lembut,” kata psikolog rehabilitasi senior serta spesialis OCD Shyam Gupta.
Ia menyerukan agar seseorang untuk berhenti berpegang teguh pada pikiran yang mengarah pada ancaman, tekanan dan kekhawatiran pada masa mendatang.
Baca juga: Apa itu "new year anxiety"? Simak penjelasan dan cara mengatasinya
Menurutnya kecemasan tumbuh dari ilusi kendali, sehingga solusinya adalah membingkai ulang pikiran dan mengubah perspektif dan melihat dari perspektif yang baru.
Ia juga membagikan kiat untuk mengelola pikiran yang cemas, di antaranya dengan menetapkan batasan kecemasan.
Shyam menyarankan untuk menetapkan batasan bagi kecemasan, agar tetap terkendali. Ia justru menekankan pentingnya menetapkan waktu tertentu dalam sehari untuk mengakui semua pikiran cemas yang muncul.
Menenangkan tubuh untuk menenangkan pikiran, hal ini dilakukan agar diri merasa lebih baik.
Ia menjelaskan bahwa penting untuk mengikuti beberapa praktik menenangkan diri. Ini termasuk merasakan kaki di lantai, benda bertekstur, atau fokus pada pernapasan dan postur tubuh, yang semuanya mengirimkan sinyal keamanan ke sistem saraf.
Baca juga: Fenomena sleep anxiety: Penyebab, gejala, dan cara mengatasinya
Mengurangi kelelahan akibat mengambil keputusan dengan menyederhanakan rutinitas seputar makan, pakaian atau jadwal untuk menghemat energi mental dan menurunkan stres.
Selanjutnya adalah melakukan paparan emosional dalam dosis kecil dengan menghadapi emosi ini. Hal ini mengajarkan otak bahwa kesulitan bersifat sementara dan dapat dikelola.
Rekomendasi terakhir adalah menciptakan ritual malam yang teratur dan konsisten.
“Rutinitas bahwa penting untuk mengikuti beberapa praktik menenangkan diri. Ini termasuk merasakan kaki di lantai, benda bertekstur, atau fokus pada pernapasan dan postur tubuh, yang semuanya mengirimkan sinyal keamanan ke sistem saraf,” katanya.
Baca juga: Kenali gejala dan penyebab anxiety berikut ini
Baca juga: Kiat mengelola kecemasan "high functioning anxiety"
Baca juga: Tanda seseorang alami "productivity anxiety" menurut pakar
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































