Khawatir stres, tim dampingi orangutan pascaevakuasi dari hutan Kaltim

1 hour ago 3
Untuk meminimalkan dampak stres dan menjaga kesinambungan kognitif satwa, maka tim medis gabungan saat ini masih fokus mendampingi mereka selama masa observasi pascabencana

Samarinda (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama para mitra terus memantau kesehatan 11 individu orangutan pasca-evakuasi dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus ke Kilometer 38 Samboja akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Pemantauan tetap dilakukan secara ketat oleh tim medis, animal keeper, dan BKSDA Kaltim. Sebanyak 11 individu orangutan tersebut sekarang dalam kondisi sehat dan aman walau ada keterbatasan sarana," kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Jumat.

Mereka dievakuasi karena Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa (1/9/2026) terjadi karhutla hingga menembus batas ekosistem tempat tumbuh dan berkembangnya belasan individu orangutan yatim piatu yang sedang menjalani proses rehabilitasi tersebut.

Saat itu tim gabungan terdiri atas Yayasan Jejak Pulang, BKSDA Kaltim, Manggala Agni, serta Wildlife Rescue Unit (WRU), berhasil mengevakuasi 11 individu orangutan menuju fasilitas penyelamatan yang lebih aman.

Ancaman karhutla bukan bencana baru di Kaltim, terutama ketika siklus El Nino meluas, sehingga mitigasi yang dijalankan di KHDTK Samboja menjadi contoh bagaimana skenario darurat dirancang bukan saat api sudah berkobar, melainkan melalui koordinasi berlapis berminggu-minggu sebelumnya.

Baca juga: BKSDA evakuasi 11 orang utan dari ancaman karhutla Samboja

"Respons evakuasi yang tuntas dalam kurun waktu kurang dari dua jam mencerminkan tingginya kesiapsiagaan operasional di tingkat tapak," ujar Ari.

Meski demikian pemindahan mendadak dari ruang bebas di Sekolah Hutan seluas 130 hektare ke dalam struktur ruang kandang evakuasi di Kilometer (KM) 38 Samboja ini memicu perubahan perilaku mendasar, seperti munculnya kebosanan akibat terbatasnya stimulasi alami kanopi hutan.

"Untuk meminimalkan dampak stres dan menjaga kesinambungan kognitif satwa, maka tim medis gabungan saat ini masih fokus mendampingi mereka selama masa observasi pascabencana," katanya.

Ia bercerita kronologis evakuasi yakni pada Selasa 1 September pukul 08.00–12.30 WITA tim pengawas Jejak Pulang melakukan patroli rutin tiga kali sehari. Kondisi kawasan relatif terkendali, tanpa ada tanda ancaman langsung, meski sisa bara api kecil terdeteksi di luar kawasan.

Baca juga: Sebelum mati, Orangutan Sempurna ditemukan kritis di kebun sawit

Pukul 12.30 WITA kebakaran terdeteksi mulai membesar di titik Area Penggunaan Lain (APL) yang berbatasan langsung dengan KHDTK Samboja.

Pukul 14.00 WITA kobaran api bertambah masif. Langkah mitigasi awal tim internal terhambat oleh tiupan angin kencang yang mengarahkan lidah api ke kawasan rehabilitasi.

Pukul 16.00 WITA api melompati batas APL dan menginvasi kawasan KHDTK. Status darurat diaktifkan secara menyeluruh. Tim animal keeper mulai mengarahkan 11 orangutan keluar dari titik Sekolah Hutan menuju jalur evakuasi tepi sungai.

Pukul 16.00–18.00 WITA proses evakuasi terpadu berlangsung menggunakan armada pendukung Jejak Pulang dan BKSDA Kaltim. Seluruh orangutan tersebut dipindahkan secara bertahap menuju Kandang Evakuasi di KM 38 Samboja.

"Pukul 18.30 WITA Manggala Agni bersama tim pemadam gabungan berhasil memadamkan karhutla secara total di area KHDTK," kata Ari.

Baca juga: Kemenhut konfirmasi kematian orang utan Sempurna diduga akibat asap

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |