Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani meminta pemerintah memperkuat perlindungan satwa di daerah yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti di Kalimantan.
"Evakuasi tidak boleh menunggu hingga satwa ditemukan dalam kondisi kritis,” kata Meitri dikutip di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut dia menekankan kejadian karhutla semakin mengancam ekosistem dan keberlangsungan satwa liar. Karhutla, kata Meitri, tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga menghilangkan habitat dan sumber pakan satwa.
Baca juga: Karhutla 2026: Menyelamatkan satwa, menjaga rumahnya
Ia kemudian menyoroti temuan seekor orangutan jantan dalam kondisi lemah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2026. Orangutan tersebut diketahui telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
Berikutnya, di Kalimantan Tengah, sekitar 1.717 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat dilaporkan terbakar hingga 1 September 2026. BKSDA Kalimantan Tengah menyatakan habitat satwa dilindungi turut terdampak. Sejumlah satwa, termasuk ular dan trenggiling, juga ditemukan di kawasan terdampak.
Merespons hal itu, Meitri menegaskan satwa harus menjadi bagian dari desain respons bencana karhutla.
Baca juga: Kemenhut konfirmasi kematian orang utan Sempurna diduga akibat asap
Sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane telah mengonfirmasi kematian satu individu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Sebelumnya, Sempurna ditemukan tengah mengalami gangguan pernapasan diduga karena paparan asap di Kabupaten Ketapang.
Terkait kasus itu, Murlan mengatakan bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam kondisi darurat seperti ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak karhutla.
“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.
Baca juga: Khawatir stres, tim dampingi orangutan pascaevakuasi dari hutan Kaltim
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































