Khatib Shalat Idul Fitri jadikan banjir di Agam sebagai materi khutbah

14 hours ago 2
Maninjau terkenal di mana-mana, dan kita pertahankan kualitas Maninjau ini menjadi kualitas orang yang beriman dan bertaqwa

Agam (ANTARA) - Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadikan refleksi diri terhadap bencana banjir bandang dan longsor sebagai materi khutbah.

Dalam khutbahnya, khatib Mizwar Lubis mengatakan berbagai bencana seperti longsor, banjir, termasuk yang melanda daerah tersebut tidak semata-mata terjadi tanpa sebab, melainkan akibat dari kemusyrikan manusia. Oleh sebab itu, ia meminta jamaah untuk melakukan refleksi diri.

“Bencana-bencana yang telah datang, menjadikan pelajaran. Janganlah kita menyalahkan orang lain. Tapi salahkan diri sendiri, kenapa Allah mendatangkan bencana ke diri kita. Kenapa terjadi ini dan itu,” katanya.

Menurutnya, bencana datang sebagai pertanda bahwa hubungan umat Islam dengan Allah hampir terputus. Juga menjadi pertanda bahwa kemusyrikan semakin merajalela dan semakin banyak orang yang lalai dengan shalatnya.

Apabila shalat seorang Muslim telah rusak, lanjutnya, maka orang tersebut akan berani berbohong. Lalu, kebohongan terjadi dimana-mana, mulai dari dalam rumah tangga, masyarakat, hingga kebohongan dalam bernegara yang menyebabkan polemik di tengah-tengah masyarakat.

Menyoroti Nagari Maninjau yang terkenal sebagai negeri orang yang berada, beragama, dan santun, Mizwar pun mengajak masyarakat setempat senantiasa mempertahankan ibadahnya.

“Maninjau terkenal di mana-mana, dan kita pertahankan kualitas Maninjau ini menjadi kualitas orang yang beriman dan bertaqwa. Karena shalatlah yang mengangkat kedudukan seseorang. Bukan pangkatnya, bukan jabatannya, bukan hartanya, bukan popularitasnya,” ucap Mizwar.

Baca juga: Salat Id digelar di tengah jejak sisa banjir di Agam

Pengurus masjid setempat memutuskan untuk menjadikan masjid sebagai lokasi pelaksanaan shalat Id pada Sabtu di tengah kondisi sekitar yang masih menyisakan jejak sisa banjir bandang dan longsor.

Pengurus Masjid Raya Maninjau, Aris Munandar, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Id, utamanya, dilakukan di lapangan SMP Negeri 1 Tanjung Raya, tetapi dikarenakan sehari sebelumnya turun hujan deras, lokasi tersebut menjadi berbatu dan berpasir.

Masjid Raya Maninjau tersebut terletak sekitar 700 meter dari sungai yang kini telah dipenuhi bebatuan berukuran besar yang terbawa akibat banjir bandang.

Baca juga: ANTARA ramaikan tradisi "manambang" di lokasi terdampak bencana di Agam

Baca juga: Warga Agam lewati material banjir bandang demi bersilaturahmi Lebaran

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |