Kerja Sama TCTP Indonesia-China untuk Perkuat Industri Nasional

1 month ago 27

Jakarta (ANTARA) - Inisiatif kerja sama industri antara Indonesia dan China melalui "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries Twin Parks/TCTP) mulai menunjukkan perkembangan.

Pengamat berharap, dengan terintegrasinya kawasan industri kedua negara, manfaatnya tidak hanya mendatangkan lebih banyak investasi, tetapi juga memperkuat basis industri nasional.

TCTP merupakan kerja sama strategis kedua negara untuk mengintegrasikan kawasan industri di masing-masing negara. Dalam skema ini, TCTP akan menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dan KEK di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dengan kawasan industri di Provinsi Fujian, China.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk implementasi TCTP ini dilakukan pada akhir Mei lalu, dan sejak saat itu, investasi asal China mulai berdatangan. Dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Fuzhou dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia pada akhir November lalu, terdapat 16 MoU investasi senilai Rp36,4 triliun, yang direncanakan akan masuk ke KEK Industropolis Batang.

Belasan proyek investasi dalam rangka TCTP itu akan mulai dieksekusi tahun depan. Investasi ini mencakup sejumlah sektor prioritas nasional, di antaranya sektor mineral dan logam seperti nikel dan baja, pengolahan pangan dan kelautan, industri perikanan terpadu, pengembangan energi matahari dan sistem penyimpanan energi, hingga riset dan kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Selain menarik investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja baru, Direktur China-Indonesia di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengatakan kerja sama TCTP juga akan memperkuat basis industri nasional dan mengintegrasikan Indonesia ke dalam rantai pasok global.

"Kerja sama TCTP berpotensi mendorong peningkatan ekspor, substitusi impor, dan peningkatan nilai tambah produk dalam negeri," ujarnya kepada Xinhua.

Kawasan industri kembar ini juga dapat mempercepat alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta kolaborasi industri. Dampak lainnya adalah tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di sekitar kawasan, seperti sektor logistik, jasa, perumahan, hingga pelatihan dan pendidikan vokasi.

Sementara itu, ekonom di Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengatakan salah satu dampak positif TCTP yakni mendorong pertumbuhan sektor manufaktur domestik seiring integrasi industri lokal ke dalam rantai pasok industri China yang sudah lebih berkembang.

Menurutnya, TCTP juga dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah Indonesia untuk belajar dari kesuksesan China dalam mengembangkan kawasan industri.

Terlebih lagi, pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk terus memperbanyak kawasan industri di berbagai daerah guna menstimulus pertumbuhan ekonomi.

Saat ini terdapat total 25 kawasan industri di berbagai daerah yang telah ditetapkan sebagai KEK, dengan rencana penambahan enam KEK baru tahun depan. Berdasarkan catatan pemerintah, nilai investasi yang masuk ke KEK sepanjang tiga kuartal pertama tahun ini mencapai 3,6 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.790) dan menciptakan lebih dari 79.000 lapangan kerja baru.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |