Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjuk sejumlah tokoh senior sebagai penasihat nasional bidang kebudayaan, sejarah, sastra, dan permuseuman untuk mendukung arah kebijakan dan program kementerian tersebut.
"Saya berharap dukungan dan nasihat ini dapat memperkuat langkah Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan Indonesia," kata Fadli Zon di Jakarta, Senin.
Para penasihat kebudayaan tersebut akan berperan aktif sebagai pengarah dalam berbagai program strategis baik melalui nasihat, keterlibatan dalam kegiatan, maupun penguatan koordinasi lintas sektor.
Baca juga: Pembangunan rumah budaya di Afrika Selatan butuh waktu setahun
Penasihat Menteri tersebut yaitu Singgih Tri Sulistiyono sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman, Taufik Ismail sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan dan Pengembangan Sastra Indonesia, Putu Supadma Rudana sebagai Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, serta Batara Richard Hutagalung sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan Literasi Sejarah Nasional.
Fadli Zon menyampaikan bahwa pembentukan nomenklatur Penasihat Menteri dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh senior yang memiliki rekam jejak, otoritas keilmuan, serta pengalaman panjang dalam bidang masing-masing. Keberadaan penasihat, kata sang menteri, penting untuk memastikan kebijakan kebudayaan berpijak pada kedalaman keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Dia menegaskan bahwa salah satu fokus utama yang membutuhkan peran aktif para penasihat adalah terkait penyusunan buku-buku sejarah nasional. Program itu diarahkan untuk menghadirkan narasi sejarah yang kuat, komprehensif, dan relevan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap perjalanan bangsa.
Tahun ini Kementerian Kebudayaan menargetkan penyusunan sejumlah buku sejarah penting, antara lain sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945–1950, serta sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Samudera Pasai yang diharapkan menjadi rujukan yang kredibel dan mampu memperkaya literasi sejarah nasional.
Penguatan ekosistem sastra juga menjadi perhatian, Menteri Kebudayaan menyebut bahwa peran Penasihat Menteri Bidang Sastra diharapkan dapat memberikan pandangan strategis dalam mendorong pengembangan sastra Indonesia, termasuk melalui program penerjemahan karya sastra ke bahasa asing.
"Kami sedang gencar memberikan fasilitasi penerjemahan buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Di sini, kami sangat berharap masukan dan saran dari tokoh sastra seperti Pak Taufik Ismail," kata Fadli Zon.
Baca juga: Menbud tegaskan komitmen revitalisasi Museum Situs Pasir Angin
Baca juga: Kemenbud berupaya memperkuat peran museum pada 2026
Baca juga: Kemenbud tetapkan 9 tradisi-budaya Jambi jadi Warisan Budaya Tak BendaBaca juga: Fadli akui perlu membangun konsep terintegrasi soal distribusi film
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































