Kemensos-P2MI integrasikan materi pekerja migran dalam Sekolah Rakyat

3 months ago 17
Kami ingin Sekolah Rakyat ini juga memasukkan materi terkait masalah pekerja migran atau bagi mereka yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam mengintegrasikan materi tentang pekerja migran ke dalam program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas nasional di bidang pendidikan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menteri P2MI Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat sistem pelayanan pekerja migran sejak sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Tanah Air.

“Yang tujuannya adalah meningkatkan kolaborasi dan sinergitas antar-lembaga atau antar-instrumen negara. Tidak lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan pekerja migran, baik sebelum, ketika penempatan, maupun sesudah penempatan,” kata Mukhtarudin.

Baca juga: Kemensos-Kemenekraf susun kurikulum kreatif untuk siswa Sekolah Rakyat

Menurut dia, kerja sama dengan Kemensos menjadi langkah strategis agar edukasi mengenai hak, kewajiban, dan perlindungan pekerja migran dapat diberikan sejak dini kepada masyarakat, terutama calon tenaga kerja muda.

“Kami ingin Sekolah Rakyat ini juga memasukkan materi terkait masalah pekerja migran atau bagi mereka yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia,” kata dia.

Mukhtarudin menjelaskan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar P2MI tidak hanya berfokus pada perlindungan pekerja migran, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.

Baca juga: Muhaimin: Kurikulum Sekolah Rakyat bisa jadi inspirasi sekolah lain

Ia menilai integrasi program ini akan memperkuat sistem nasional penciptaan lapangan kerja yang terkoordinasi dengan seluruh instrumen negara, termasuk pendidikan, sosial, dan ketenagakerjaan.

“Dengan sistem yang terintegrasi sejak awal, kami berharap masyarakat mendapat bekal yang cukup sebelum menjadi pekerja migran,” ucapnya.

Mukhtarudin menambahkan rincian pelaksanaan program akan dibahas bersama Kemensos, termasuk mekanisme kurikulum dan penentuan lokasi Sekolah Rakyat yang menjadi percontohan atau pilot project.

Baca juga: PNM dan Menko PM perkuat kompetensi pekerja migran menuju Indonesia Emas 2045

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |