Kemenperin perkuat pemulihan sentra IKM alas kaki pacu ekonomi daerah

1 month ago 29

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat upaya pemulihan dan peningkatan daya saing sentra industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki sebagai penopang ekonomi daerah. ‎

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan di Jakarta, Senin menyampaikan bahwa sentra IKM masih menghadapi tantangan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan yang konsisten.

‎Tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses permodalan dan pasar, rendahnya literasi manajemen dan keuangan, serta minimnya inovasi produk di tengah ketatnya persaingan, termasuk dari produk impor.

‎“Di sisi lain, sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat dan meningkatnya persaingan dengan produk impor,” ujar Menperin.

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin menggulirkan berbagai program pembinaan terintegrasi, mulai dari peningkatan literasi digital, bimbingan teknis produksi, hingga pendampingan usaha berkelanjutan. Langkah ini ditujukan untuk memastikan sentra IKM mampu pulih, bertahan, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Salah satu sentra yang menjadi perhatian adalah sentra IKM alas kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor. Dari hasil kunjungan dan dialog dengan para perajin, diketahui bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi memengaruhi kinerja usaha.

Selain itu, isu regenerasi perajin juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebagian besar pelaku usaha merupakan generasi senior yang belum sepenuhnya adaptif terhadap teknologi dan pemasaran digital.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menegaskan bahwa sentra IKM alas kaki memiliki peran strategis dalam menopang industri nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenperin, industri alas kaki dan kulit mencatat pertumbuhan positif, baik secara tahunan maupun kuartal sepanjang 2025, dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp18 triliun.

‎​​​​​​​Untuk mempercepat pemulihan sentra IKM alas kaki Ciomas, Ditjen IKMA berkolaborasi dengan Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rangkaian program pembinaan yang dilaksanakan pada akhir 2025.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa program pembinaan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan literasi digital, bimbingan teknis desain dan pola alas kaki, serta pendampingan usaha oleh mentor dari perguruan tinggi.

Katanya, sebanyak 14 perajin perwakilan sentra IKM alas kaki Ciomas terlibat langsung dalam program tersebut.

Baca juga: Kemenperin-Hippindo perkuat akses IKM pangan jadi suplier ritel

Baca juga: Kemenperin meyakini industri kecil menengah bisa manfaatkan pasar haji

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |