Kemenkes fokus pulihkan layanan kesehatan pascabencana Sumatera

1 month ago 10
Dari 204 ambulans yang rusak, terdapat 85 ambulans yang sudah diperbaiki dan berfungsi untuk pelayanan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan, sejak Januari, pihaknya berfokus pada pemulihan layanan operasional kesehatan, melalui pendataan kondisi fasilitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan, relokasi atau pembangunan kembali fasilitas kesehatan, hingga pengaktifan kembali seluruh layanan di RS dan puskesmas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Rabu, bahwa akibat bencana banjir dan longsor yang menimpa Sumatera, banyak fasilitas kesehatan, termasuk ambulans, yang rusak.

"Nah kita udah beresin tuh. Sejak dua minggu yang lalu, kerja sama dengan Daihatsu, Astra, Kia, Isuzu, semuanya, montirnya suruh datang ke sana. Jadi mobil-mobil yang sudah beroperasi sekarang, kalau teman-teman lihat, selain motor-motor, ya ambulans," katanya.

Adapun dari 204 ambulans yang rusak, terdapat 85 ambulans yang sudah diperbaiki dan berfungsi untuk pelayanan.

Baca juga: Kemenkes gencarkan imunisasi campak cegah penyebaran di pengungsian

Selain itu, ujarnya, saat ini masih ada empat puskesmas yang layanannya tidak di dalam gedung karena terdampak, yakni Lokap di Aceh Timut, Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, Rusip Antara di Aceh Tengah, dan Peusangan di Bireuen.

Untuk Puskesmas Lokop, Aceh Timur dan Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara, pihaknya melakukan persiapan untuk relokasi. Selain itu, pihaknya juga melakukan pembangunan puskesmas moduler untuk memberikan layanan kesehatan sementara waktu.

Kementerian Kesehatan juga melakukan pemenuhan kebutuhan air bersih dengan menyediakan sumur bor. Dari 77 yang dibutuhkan oleh puskesmas, 13 sumur bor sudah dipasang, 16 sumur bor sedang dalam pengerjaan, katanya, dan 48 sedang dijadwalkan.

Budi menyebutkan, pihaknya juga menyiapkan alat kesehatan dan furnitur guna kelancaran pelayanan kesehatan melalui mekanisme kerja sama dengan donor dalam Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca juga: Kemarin, ratusan kampus teken kontrak kinerja hingga target CKG 2026

"Kemudian, laboratorium-laboratorium di puskesmas, ini ada laboratorium untuk ngecek TBC, rusak semua juga. Kita lihat mana yang bisa, mana yang perbaiki, mana nggak, kita kirim teknisinya untuk memperbaiki. Kalau nggak bisa, ya kita carikan donatur dulu," katanya.

Dia menjelaskan bahwa pemulihan di bidang kesehatan relatif lebih cepat dibandingkan pemulihan di sektor lain karena pihaknya dapat meyakinkan pemerintah daerah akan pentingnya pelayanan kesehatan.

Sebagai contoh, katanya, layanan hemodialisa atau cuci darah harus disediakan sesegera mungkin, karena jika tidak ada, maka dapat mengancam nyawa.

"Kemudian kita juga terima kasih karena banyak sekali relawan-relawan kesehatan yang ingin membantu. Dengan hati mereka sendiri, dengan uang mereka sendiri, membantu, kita fasilitasi," katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih pada TNI, POLRI, BNPB, wartawan, dan organisasi-organisasi lainnya, yang membantu proses pemulihan layanan kesehatan di lokasi terdampak.

Baca juga: Kemenkes: 3.719 nakes relawan layani ribuan pengungsian di Aceh

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |