Kemenhut libatkan 34 KTH merehabilitasi mangrove Delta Mahakam

4 days ago 3

Samarinda (ANTARA) - Kementerian Kehutanan melibatkan 34 kelompok tani hutan (KTH) dalam merehabilitasi ekosistem mangrove lewat program Mangroves for Coastal Resilience (M4CF) di Delta Mahakam Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami melibatkan 34 kelompok petani hutan dalam implementasi program ini untuk wilayah Kalimantan Timur,” kata Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Manager M4CR Kalimantan Timur Asman Azis di sela-sela media gathering M4CR di Desa Sepatin Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu.

Ia mengatakan pelibatan masyarakat dalam program ini sejak 2024 hingga 2026 telah berhasil merehabilitasi 6.120 hektare mangrove, sedangkan target rehabilitasi pada 2026 seluas 6.486 ha.

Pada awal program, kata dia, pelibatan masyarakat difokuskan pada Kecamatan Anggana, Muara Badak, dan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan penanaman pada 2026 meluas ke Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Paser, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Manfaat rehabilitasi mangrove berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat pesisir, yaitu melindungi pesisir dari abrasi, mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, menyimpan karbon dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Manfaat rehabilitasi ini akan langsung dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar ekosistem ini sehingga pelibatan mereka sangat krusial,” katanya.

Baca juga: Pola "silvofishery" tingkatkan minat petambak rehabilitasi mangrove

Di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana di Delta Mahakam, terdapat 14 KTH pelestari mangrove yang telah menanam dan memelihara bibit mangrove sejak 2024.

Ketua KTH Mangrove Borneo Andi Firmansyah mengatakan program M4CR mendukung mereka dalam upaya melestarikan mangrove yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat setempat yang sebagian besar petambak udang dan nelayan.

“Selama ini kami sudah berupaya secara mandiri merehabilitasi mangrove dengan menanami areal tambak dengan mangrove jenis Rhizophora sp tapi dengan dukungan M4CR upaya rehabilitasi ini lebih terarah dan cepat,” katanya.

Saat ini, dengan jumlah anggota 15 orang, kelompoknya telah berhasil menanam 64 ribu bibit mangrove di atas lahan seluas 70 hektare. Penanaman pada 2026 menargetkan areal bekas tambak untuk direhabilitasi 199 ha.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau Indri Hendraswari mengatakan Kalimantan Timur memiliki mangrove seluas 240.929 ha tersebar di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, Kota Balikpapan, dan Kota Bontang.

Dari areal tersebut, kondisi tutupan hutan mangrove lebat seluas 193.380 ha, kondisi sedang 33,985 ha, dan tutupan hutan sangat jarang seluas 13.563 ha.

“Luas ekosistem mangrove rusak yang perlu direhabilitasi mencapai 58.116 hektare karena beralih fungsi menjadi berbagai peruntukan, terutama tambak,” katanya.

Ia mengatakan lewat program M4CR yang diimplementasikan lewat dukungan Bank Dunia, rehabilitasi mangrove Kalimantan Timur mendapat respons positif masyarakat yang terlihat dari keterlibatan mereka menanam dan memelihara mangrove.

Baca juga: Diplomasi mangrove: Dari kekayaan alam menuju kepemimpinan global

Baca juga: Pemprov Sumsel manfaatkan kelompok kerja mangrove lestarikan pesisir

Pewarta: Helti Marini S
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |