Lubuk Basung (ANTARA) - Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafizhat (JMQH) Indonesia menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok 220 paket, uang tunai, dan kebutuhan harian lainnya kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin.
Ketua I JMQH Indonesia Umi Farida Sahal di Lubuk Basung, Senin, mengatakan bantuan paket kebutuhan pokok berisi mi instan, minyak goreng, gula, sarden, air mineral, dan lainnya.
"Kita juga menyalurkan sampo, pasta gigi, pewangi, autan, perlengkapan alat shalat dan beras 485 kilogram," katanya didampingi Bidang Kominfo II JMQH Indonesia Fatnah dan pengurus lainnya.
Ia mengatakan bantuan tersebut langsung didistribusikan ke korban terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam di beberapa tempat.
Baca juga: Seratusan murid MIN terdampak bencana terima bantuan Juz Amma
Bantuan langsung diantarkan ke rumah korban dan lokasi pengungsian di daerah itu.
Saat menyalurkan bantuan ke korban, mereka juga diberikan uang tali asih.
"Total bantuan yang kita serahkan Rp100 juta berupa uang tunai Rp50 juta, bantuan kebutuhan pokok dan bantuan keperluan lainnya Rp50 juta," katanya.
Ia mengakui penyaluran bantuan tersebut juga dibantu Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia dan Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.
Hal itu, katanya, mengingat bahwa lokasi tersebut ada yang terisolasi dan hanya bisa ditempuh kendaraan dobel gardan dan roda dua.
"Alhamdulillah kita dibantu oleh Tim Pagari Salareh Aia dan BKSDA Sumbar dalam mendistribusikan ke korban," katanya.
Bantuan tersebut berasal dari donasi JMQH se-Indonesia dan pencinta Al Quran. Sebelumnya, pihaknya juga menyalurkan bantuan serupa ke Aceh Tamiang.
Ia mengharapkan bantuan yang disalurkan itu dapat membantu korban dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Salah seorang korban, Irwan Virko, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan JMQH Indonesia.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi lahan pertanian terdampak dan tidak bisa berusaha," katanya.
Banjir bandang melanda daerah itu, pada 27 November 2025, mengakibatkan istrinya meninggal dunia terseret banjir saat sedang di sawah, sedangkan lahan pertanian dan kendaraan roda dua miliknya rusak berat.
Baca juga: JSI salurkan bantuan pendidikan untuk korban bencana Tapanuli Tengah
Baca juga: BNPB: Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai di wilayah Aceh
Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































