PBB (ANTARA) - Para petugas kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (18/11) mengatakan bahwa pihaknya mempercepat penyaluran dana bantuan untuk Gaza menyusul hujan deras belakangan ini dan menjelang musim dingin.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa Ramiz Alakbarov, koordinator kemanusiaan untuk wilayah Palestina yang diduduki, telah menyalurkan dana senilai 18 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.734) untuk mendukung operasi bantuan krusial di seluruh Gaza.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher pada Senin (17/11) mengatakan dalam kunjungannya ke Sudan bahwa warga Palestina di seluruh Gaza kedinginan dan basah kuyup akibat hujan belakangan ini, seraya menambahkan bahwa kegelisahan semakin meningkat seiring meluasnya banjir dan turut hancurnya harta benda mereka yang tak seberapa.
Fletcher menegaskan bahwa PBB dan para mitranya terus menyalurkan bantuan, tetapi jumlahnya masih jauh dari cukup. Dia menambahkan bahwa pembatasan akses yang masih ada di Gaza harus dicabut guna memastikan bantuan tambahan segera tiba.
OCHA menyatakan bahwa PBB dan mitra bantuannya tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan penyelamatan nyawa, termasuk tempat tinggal, sementara para petugas kemanusiaan dalam sistem bantuan yang dikoordinasi PBB terus mendistribusikan tenda, terpal, dan barang-barang esensial lainnya kepada keluarga yang terdampak, serta menaksir kebutuhan masyarakat guna dijadikan acuan dalam pemberian bantuan.
Dana yang disalurkan oleh Alakbarov memungkinkan para mitra untuk melanjutkan lebih dari 30 proyek yang telah direncanakan, meliputi bantuan pangan dan nutrisi, air, kesehatan, tempat tinggal, perlindungan, serta dukungan penting lainnya, kata kantor tersebut.
Hingga Minggu (16/11), OCHA melaporkan bahwa jumlah titik layanan kesehatan yang beroperasi di Gaza telah meningkat menjadi 219, naik dari yang sebelumnya tak sampai 200 titik pada Oktober. Dari 22 titik layanan baru tersebut, terdapat 12 pusat layanan kesehatan primer, enam pos medis, dan empat rumah sakit di kegubernuran utara.
Menurut OCHA, lebih dari 7.000 anak di bawah usia 3 tahun telah divaksinasi selama lima hari pertama kampanye vaksinasi yang diluncurkan pada 9 November.
Para mitra yang menyediakan bantuan pangan melaporkan bahwa pada Sabtu (15/11), 1,3 juta lebih makanan didistribusikan oleh lebih dari 24 mitra melalui 195 dapur, kata OCHA.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































