Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, Jawa Timur, resmi ditutup total mulai Selasa ini untuk mendukung proyek perbaikan Jembatan Gondang, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila mengatakan, penutupan diberlakukan mulai pukul 14.30 WIB hingga 11 Desember 2026 atau sekitar enam bulan ke depan.
Menurut dia, perbaikan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PU menyusul kerusakan pada struktur pondasi jembatan yang menjadi jalur utama penghubung kedua kabupaten.
Selama penutupan, kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan melalui tiga jalur alternatif, yakni jalur Gondang-Kauman, Mojoarum-Pampang, serta Malasan-Gempolan.
Sementara, kendaraan angkutan barang dan kendaraan bertonase besar diwajibkan melintas melalui jalur Simpang Empat Tamanan menuju Kecamatan Bandung, sebelum kembali ke ruas jalan nasional arah Trenggalek.
"Kendaraan roda enam tidak diperbolehkan melintasi jalur alternatif yang disiapkan untuk kendaraan ringan dan akan ditindak jika melanggar," kata Taufik.
Untuk mendukung rekayasa lalu lintas, Polres Tulungagung bersama Dinas Perhubungan menerjunkan sekitar 20 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Petugas disiagakan di Simpang Empat Tamanan, Simpang Empat Kauman, dan depan Polsek Gondang guna mengarahkan pengguna jalan menuju jalur pengalihan yang telah disiapkan.
Kepolisian memperkirakan kepadatan arus lalu lintas masih berpotensi terjadi pada masa awal penutupan karena masih banyak pengguna jalan yang beradaptasi dengan perubahan rute perjalanan.
Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berangsur normal setelah masyarakat memahami pola rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proyek berlangsung.
"Pada tahap awal kami fokus pada pelayanan dan pengaturan arus kendaraan. Setelah kondisi stabil, pengawasan akan dilakukan melalui patroli rutin," ujar Taufik.
Pewarta: Destyan H Sujarwoko
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































