BPS catat 31.339 wisman kunjungi Jatim pada Maret lewat Bandara Juanda

1 hour ago 4

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sebanyak 31.339 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Provinsi Jawa Timur pada April 2026 melalui Bandara Juanda atau naik 26,37 persen dibandingkan April 2025 yang sebanyak 24.800 kunjungan.

"Kondisi ini juga membaik dibandingkan pada Maret 2026 yang sebanyak 21.068 kunjungan," kata Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Jumlah kunjungan wisman terbesar merupakan warga negara berkebangsaan Tiongkok sebanyak 11.427 kunjungan dengan peranan sebesar 36,46 persen terhadap total wisman yang masuk melalui pintu Juanda.

Disusul dari warga negara berkebangsaan Malaysia sebanyak 6.363 kunjungan, serta wisman warga negara yang berkebangsaan Singapura sebanyak 2.052 kunjungan.

Sementara, untuk perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari Jawa Timur pada April 2026 tercatat sebanyak 14,73 juta perjalanan atau turun 23,93 persen dibandingkan Maret 2026.

Berdasarkan daerah asal, Kota Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata dengan angka tertinggi yaitu mencapai 2,27 juta perjalanan atau sekitar 15,42 persen dari total perjalanan wisnus dari Jawa Timur.

Kemudian, perjalanan wisnus pada April 2026 berdasarkan daerah asal mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di semua kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan daerah asal perjalanan wisata yang mengalami penurunan signifikan yaitu Kabupaten Bangkalan sebesar 53,35 persen.

Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur pada April 2026 tercatat sebesar 46,80 persen atau naik sebesar 3,38 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 43,42 persen.

"Peningkatan TPK pada April 2026 dipengaruhi oleh peningkatan TPK yang terjadi pada seluruh kelas hotel bintang," ujar Herum.

Peningkatan dari kelas hotel bintang secara berturut-turut yaitu bintang 1 sebesar 1,21, bintang 2 sebesar 1,97, bintang 3 sebesar 6,21, bintang 4 sebesar 2,12 dan bintang 5 sebesar 0,01 sedangkan TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya sebesar 22,59 persen atau naik 3,12 poin dibandingkan Maret yang sebesar 19,47 persen.

Terdapat tiga Kabupaten/Kota dengan TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto dan Kabupaten Tulungagung masing-masing sebesar 73,88 persen; 70,36 persen; serta 58,85 persen.

Sedangkan, di posisi sebaliknya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Pasuruan menjadi tiga kabupaten dengan nilai TPK hotel bintang terendah di Jawa Timur pada April 2026 yakni masing-masing sebesar 9,10 persen; 16,10 persen; dan 23,18 persen.

Herum mengatakan TPK hotel yang tinggi di suatu kabupaten/kota dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain letak strategis hotel yang dekat dengan pusat bisnis, destinasi wisata, atau fasilitas transportasi seperti bandara dan stasiun.

Selain itu, adanya kegiatan berskala besar, seperti konferensi, festival, atau musim liburan turut meningkatkan permintaan kamar. Faktor lain yang berperan adalah promosi efektif melalui media digital dan kerja sama dengan agen perjalanan atau aplikasi pemesanan online.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |