Mentan atasi persoalan pupuk dan irigasi usai terima aduan mahasiswa

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung mengatasi kelangkaan pupuk dan persoalan irigasi sebagai upaya memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional usai menerima berbagai aduan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Kalau memang benar ada distributor yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan pupuk, segera cek. Kalau terbukti melanggar, cabut izinnya," kata Mentan dalam Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Adapun suasana kuliah umum itu berubah menjadi forum penyelesaian masalah pertanian.

Saat mahasiswa menyampaikan keluhan petani terkait pupuk dan kerusakan irigasi di Kabupaten Gowa, Mentan langsung memerintahkan jajarannya melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.

Di hadapan sekitar 300 mahasiswa, Mentan membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi peserta untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun persoalan yang mereka temukan langsung di tengah masyarakat.

Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pupuk bersubsidi, kerusakan irigasi, alih fungsi lahan, strategi mempertahankan swasembada pangan, hingga pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian.

Salah satu mahasiswa, Arham, mengangkat persoalan kelangkaan pupuk yang masih dirasakan petani di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Mendengar hal tersebut, Mentan langsung menelepon direktur terkait untuk segera melakukan verifikasi dan penelusuran di lapangan.

Tak hanya itu, mahasiswa tersebut juga menyampaikan kondisi jaringan irigasi yang rusak di wilayah yang sama.

Menanggapi laporan tersebut, Mentan langsung memerintahkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas petani. Respons cepat tersebut mendapat perhatian peserta kuliah umum.

Bagi Mentan, persoalan yang dihadapi petani tidak boleh berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

Dalam sesi dialog, mahasiswa juga mempertanyakan langkah pemerintah mempertahankan swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

Menjawab hal itu, Amran menegaskan pemerintah terus memperkuat fondasi produksi melalui pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan membutuhkan pengawasan yang ketat dan keberpihakan yang kuat kepada petani.

"Alih fungsi lahan sawah tidak boleh dibiarkan. Sawah dan irigasi harus kita jaga karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional," tegas Amran, dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta.

Mahasiswa juga menyoroti pengembangan energi terbarukan berbasis sektor pertanian. Menanggapi hal tersebut, Mentan menjelaskan hilirisasi kelapa sawit menjadi biodiesel merupakan salah satu strategi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menjadi negara yang kuat dalam sektor pangan maupun energi apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Mentan juga mengajak mahasiswa untuk membiasakan diri melakukan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menarik kesimpulan.

Ia menegaskan kritik merupakan bagian penting dalam pembangunan, selama didasarkan pada data dan fakta.

"Kritik itu penting. Pengkritik yang jujur adalah sahabat sejati. Karena itu, setiap informasi harus dicek dan dilihat secara utuh agar kita bisa mengambil keputusan yang benar," katanya.

Dia juga mengaku senang dengan antusiasme dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi. Ia berharap generasi muda pertanian dapat menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan bangsa melalui inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya senang dengan pertanyaan kalian. Saya ingin kalian lebih baik dari saya. Kalian yang akan melanjutkan perjuangan membangun pertanian Indonesia ke depan," kata Amran.

Baca juga: Mentan sebut tata niaga pupuk dibenahi, 2.231 izin pengecer dicabut

Baca juga: Mentan sebut peran CPO perkuat kinerja ekspor pertanian nasional

Baca juga: Mentan tegaskan terus berantas mafia pangan demi lindungi petani RI

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |