Inhan dalam negeri kerja sama dengan Barzan kembangkan alutsista

1 hour ago 3
Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama

Jakarta (ANTARA) - Industri pertahanan (inhan) dalam negeri Republikorp memperkuat pertahanan RI dengan cara menggandeng Barzan Holdings dari Qatar bekerja dalam mengembangkan alat utama sistem senjata (alutsista) dari mulai senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan hingga kapal selam mini.

Kerja sama itu terjadi kala Founder Republik Corp Norman Joesoef menandatangani perjanjian Joint Venture strategis dengan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah, Selasa.

"Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan, kapal selam mini, serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya," seperti dikutip dalam siaran pers resmi Republikcorp yang diterima di Jakarta, Selasa

Dalam siaran pers tersebut, dijelaskan penandatanganan itu terjadi disela-sela pertemuan antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menhan merangkap Deputi Perdana Menteri Qatar, H.E. Sheikh Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.

Perjanjian Joint Venture tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings.

Dengan adanya Join Venture ini, ke dua perusahaan mempunyai landasan untuk membentuk Republik Barzan, sebuah entitas yang bertugas mendorong kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Turki.

Pihak Republikcorp berharap kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk bagi Indonesia dalam mengembangkan kualitas inhan dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan merangkap Deputi Perdana Menteri Qatar Sheikh Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani bertemu di Kantor Kementerian Pertahanan untuk menandatangani statement of intent tentang kerja sama di bidang pertahanan.

"Penandatanganan ini tindak lanjut dari letter of intent yang sudah ditandatangani pada tahun 2021 yang lalu," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat jumpa pers di Kantor Kemenhan.

Rico melanjutkan kedua belah pihak juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengembangan industri pertahanan.

Menurut Rico, kerja sama ini sangat menguntungkan Indonesia karena TNI berkesempatan menggelar ragam kegiatan strategis dengan militer Qatar, seperti latihan tempur bersama, pertukaran prajurit hingga kerja sama di bidang pendidikan militer.

Ragam kegiatan strategis itu dapat berdampak pada peningkatan kualitas prajurit dari sisi teknis dan materi di bidang kemiliteran.

Selain itu, kerja sama tersebut juga dapat semakin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.

"Penandatanganan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara agar semakin terstruktur, saling menguntungkan, dan dapat diimplementasikan dalam program-program kerja sama yang lebih nyata," kata Rico.

Mengenai kerja sama di bidang industri pertahanan, Rico menegaskan penentuan model kerja sama itu belum bisa ditentukan.

Untuk itu, dia belum bisa memastikan apakah kerja sama ini berujung pada pengembangan alutsista tertentu atau pembelian alutsista dari Qatar ke Indonesia dan sebaliknya.

"Jadi, (kerja sama bidang industri pertahanan) sifatnya masih umum, namun akan diadakan kerja sama di bidang industri pertahanan," katanya.

Rico berharap dengan adanya kerja sama ini, sektor pertahanan Indonesia semakin kuat sekaligus hubungan dengan negara-negara di kawasan juga semakin harmonis

Baca juga: BNI-Republikorp berkolaborasi kembangkan industri pertahanan nasional

Baca juga: Prabowo tinjau kapal rudal siluman buatan Republikorp di Indo Defence

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |