Samarinda (ANTARA) - Di Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kini berdiri bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern yang dibangun dengan nilai Rp8 miliar.
Fasilitas itu siap mengubah wajah perdagangan hasil laut dan sungai di kota tersebut.
Wali Kota Andi Harun sudah lebih dulu meninjau lokasi ini sebelum peresmian, memastikan setiap jengkal pembangunan yang rampung 100 persen bukan soal tembok dan atap yang jadi, melainkan kesiapan memberikan manfaat nyata.
“Keberhasilan proyek ini bukan diukur dari betonnya, tapi yang paling penting adalah bagaimana fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat,” kata Andi Harun tegas.
Fasilitas ini dilengkapi gudang pendingin berkapasitas 120 ton dan 22 lapak perdagangan yang tertata rapi. Ia menegaskan bahwa nilai terbesar bukan pada angka investasi, melainkan pada kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan bagi nelayan serta pedagang.
Lebih dari sekadar tempat jual beli, TPI Harapan Baru ini dirancang menjadi ruang hilirisasi sederhana, ikan tidak hanya ditimbang dan dijual mentah, melainkan bisa disimpan, dikemas, dan memiliki nilai tambah lebih tinggi, guna meningkatkan pendapatan warga setempat.
Pembangunan ini pun disusun dengan kehati-hatian, kapasitas disesuaikan kebutuhan awal. “Jika antusiasme tinggi dan anggaran memungkinkan, tahun depan tentu akan ditambah fasilitasnya, karena lahan memang masih luas,” kata Andi.
Sambil menunggu operasional penuh di kisaran pertengahan Agustus ini, kehadirannya pun menjadi kado kemerdekaan. Kegembiraan warga menjadi berlipat, bahagia karena merayakan 81 tahun kemerdekaan RI, bahagia karena merdeka mengembangkan ekonomi baru.
Saat ini, akses jalan, penerangan, dan tempat parkir terus disempurnakan. Pengelolaannya pun dikaji matang agar berjalan profesional, efisien, dan berkelanjutan dalam menghidupi keluarga, baik yang terlibat langsung maupun dari turunan aktivitas TPI.
Fasilitas tersebut penting karena selama ini perputaran ikan bertumpu pada TPI Selili di Kecamatan Samarinda Ilir. Kondisi ini membuat mobilitas perikanan terasa jomplang akibat jauhnya jarak, harga pun berselisih.
Kini kehadiran TPI Harapan Baru melengkapi ekosistem itu. Terlebih lokasinya pun di seberang sungai yang mampu memecah kepadatan sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.
Sebuah langkah kecil yang bermakna besar, agar rakyat semakin merdeka mendapatkan ikan segar dengan harga wajar, dan nelayan semakin merdeka menjual hasil tangkapan dengan layak.
Laut pengharum
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































