Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur mempercepat perbaikan saluran air yang longsor di Jalan Sumur Jambu RT 08/RW 05 Kelurahan Makasar untuk mengantisipasi kejadian serupa saat musim hujan saat ini.
"Penanganan saluran air longsor ini dilakukan dengan cepat," kata Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Makasar, Nurdin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Percepatan itu dilakukan mengingat di lokasi kejadian ada lima rumah warga yang terdampak akibat longsornya saluran air di lokasi tersebut.
Sebanyak 12 personel dari tingkat suku dinas dan Satpel SDA dikerahkan untuk memperbaiki saluran yang ambles dan longsor. "Pekerjaan dimulai hari ini dan targetnya rampung dalam 15 hari kerja," ujar Nurdin.
Baca juga: Kelurahan Makasar antisipasi rumah longsor lewat penataan saluran air
Nurdin menjelaskan, saluran air yang diperbaiki sepanjang sekitar 16 meter. Namun, tidak menutup kemungkinan akan bertambah karena kerusakan saluran juga terjadi di titik lain.
"Saluran air akan dibuat menggunakan batu kali dengan bagian bawah ketebalan 30 sentimeter dan atas 20 sentimeter," katanya.
Lalu, ketinggian turap menyesuaikan kondisi dasar kontur tanah yang ada dengan perkiraan sekitar 80-120 sentimeter (cm).
Camat Makasar, Kamal Alatas mengatakan, setelah pembersihan material longsoran oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), maka langsung dilakukan penanganan teknis oleh jajaran Satpel SDA setempat.
"Saya mengingatkan kepada warga untuk tidak membuat bangunan di atas saluran air," kata Kamal.
Baca juga: Lima rumah di Makasar retak dan ambruk akibat abrasi saluran air
Saluran lama akan diganti dengan beton berbentuk "U" (u-ditch) berukuran 60 sentimeter agar lebih kokoh menahan tekanan air.
"U-ditch" merupakan saluran air yang terbuat dari beton bertulang, berbentuk seperti huruf "U" dan sering digunakan untuk saluran drainase atau irigasi.
Namun, tim teknis akan lebih dulu mengkaji kondisi kontur tanah untuk memastikan material yang paling sesuai antara beton "u-ditch" atau batu kali.
Seluruh tahapan pekerjaan dikerjakan secara bertahap dengan pengawasan dari pihak kecamatan dan kelurahan.
Baca juga: Perbaikan turap Kali Cipinang Jaktim ditargetkan selesai akhir Oktober
Tiga rumah yang mengalami kerusakan cukup berat akibat erosi masing-masing milik Retno Utami (54), Mat Naseh (60) dan Suyono (63). Dua rumah lainnya milik Ahmad Cahfi (41) dan Syafii (52) mengalami retakan ringan.
Saat kejadian, warga sedang berada di rumah, sehingga tidak ada korban luka. Dengan dimulainya revitalisasi saluran ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berharap kawasan Sumur Jambu dapat kembali aman dan aktivitas warga berjalan normal.
Selain itu, perbaikan ini juga menjadi langkah awal penguatan infrastruktur saluran air di wilayah rawan erosi lainnya di Jakarta Timur (Jaktim).
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































