Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi peluang Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangkaian forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dengan menyebut belum ada pembaruan agenda terkait pertemuan tersebut.
"Nanti coba kami cek ya karena kita belum mendapatkan update apakah memang betul ada agenda ketemu dengan Presiden Trump," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Adapun terkait agenda Presiden Prabowo di forum WEF, Prasetyo mengatakan Kepala Negara akan menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut.
"Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara. Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat," kata dia.
Diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato kunci (keynote speech) dalam acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Di laman resmi World Economic Forum, pidato khusus (special address) dari Presiden Prabowo dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
World Economic Forum, selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.
Dalam World Economic Forum tahun ini, pemimpin negara lainnya yang juga menyampaikan pidato secara khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Sebelum melawat ke Davos, Presiden Prabowo berkunjung lebih dulu ke London, Inggris untuk menemui Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Di London, Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim.
Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya
Baca juga: Kunjungi London, Prabowo bangkitkan semangat pelajar perantauan
Baca juga: Mensesneg: Prabowo minta sistem pemilu pikirkan kepentingan rakyat
Baca juga: Tiba di London, Prabowo perkuat kemitraan strategis RI-Inggris
Pewarta: Fathur Rochman/Mentari Dwi Gayati
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































