Iran: Serangan Israel ke Lebanon bisa buat negosiasi dengan AS sia-sia

5 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata yang dilangsungkan pihaknya dengan Amerika Serikat "sia-sia".

"Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon," kata Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis.

Dalam kiriman terpisah, juga di platform X, ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Lebanon dan apa yang ia sebut "Poros Perlawanan" adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata, dengan mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," kata Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa PM Pakistan telah secara "terbuka dan jelas" menekankan persoalan Lebanon, dan saat ini "tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur".

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan dibalas dengan keras.

"Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat," ucap dia, sembari mengingatkan supaya "apinya segera dipadamkan".

Pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan mereka terhadap Lebanon sejak Rabu (8/4), meski dengan adanya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang tercapai dengan Pakistan sebagai penengah.

Gencatan senjata tersebut membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari lalu.

Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv menepis hal tersebut.

Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan udara Israel pada Rabu menyebabkan sekurangnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka.

Adapun sumber pemerintah Pakistan pada Kamis memastikan bahwa delegasi AS dan Iran akan melakukan perundingan "langsung" di Islamabad demi mencapai "gencatan senjata permanen".

Negosiasi tersebut, yang akan dimulai pada Sabtu (11/4), kemungkinan dapat berlangsung lebih dari satu hari, kata sumber.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump ultimatum sekutu Eropa agar urun tenaga amankan Selat Hormuz

Baca juga: Inggris desak gencatan senjata Iran-AS diperluas ke Lebanon

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |