Iran kembali serang fasilitas listrik Kuwait yang memicu kebakaran

1 day ago 6

Istanbul (ANTARA) - Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan bahwa sebuah pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air menjadi sasaran serangan baru Iran pada Minggu, yang memicu kebakaran.

Kementerian, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah KUNA, menyebut serangan tersebut merupakan serangan kedua Iran yang menargetkan fasilitas kelistrikan Kuwait.

Serangan tersebut berdampak pada “sejumlah besar unit pembangkit listrik,” kata kementerian, sembari menambahkan bahwa rencana tanggap darurat telah diaktifkan dan pihak berwenang segera mengambil langkah untuk mengendalikan dampaknya.

Otoritas Kuwait juga melaporkan serangan serupa yang dilakukan Iran pada Sabtu (18/7).

Sebelumnya, militer Iran melalui pernyataannya pada Minggu, mengklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan telah menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Adapun ketegangan di Timur Tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan.

Aksi saling serang antara Washington dan Teheran terjadi meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri konflik dalam rangka mencapai perjanjian damai yang langgeng.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Fasilitas minyak utama Kuwait rusak diserang Iran

Baca juga: Iran klaim serang dua pangkalan militer AS di Kuwait dengan drone

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |