Pemkot Jakbar minta lintas sektor wujudkan pendidikan berkualitas

13 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat meminta dukungan lintas sektor untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, ramah anak dan inklusif.

Hal itu disampaikan menyusul persoalan anak tidak sekolah atau putus sekolah di wilayah Jakarta Barat.

"Berbagai faktor seperti kondisi sosial ekonomi keluarga, administrasi kependudukan, hingga persoalan kesehatan menjadi penyebab anak kehilangan akses pendidikan," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat Muhammad Arif Rachman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Arif menekankan kolaborasi lintas sektor serta orang tua agar anak-anak tidak putus sekolah dan tetap melanjutkan pendidikannya.

"Jangan sampai ada anak Jakarta yang kehilangan hak pendidikannya dan juga masa depannya karena persoalan yang sebenarnya dapat kita selesaikan apabila kita bisa bekerja sama. Ketika ada satu anak berhasil mendapatkan kembali hak pendidikannya, itu adalah keberhasilan kita semua," tuturnya.

Ia menyampaikan Suku Dinas Pendidikan telah menyelesaikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari pada 13-17 Juli 2026 dengan mengusung tema "MPLS Ramah".

"Kami ingin seluruh calon murid mendapatkan pengalaman yang positif ketika memasuki lingkungan sekolahnya. Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman serta terbebas dari perundungan, kekerasan, senioritas maupun diskriminasi," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Pendidikan secara teknis memang menjadi tanggung jawab sektor pendidikan. Namun keberhasilan pendidikan sesungguhnya menjadi tanggung jawab guru, orang tua, dan masyarakat," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Juli 2026, residu peserta didik (anak tidak/putus sekolah) di Jakarta Barat, yakni sebanyak 20.890 pada jenjang SD dan 32.229 pada jenjang SMP.

Di tingkat daerah, angka anak putus sekolah di wilayah tersebut mengalami penurunan sekitar 67,97 persen.

Baca juga: Jakpus minta siswa manfaatkan fasilitas di sekolah swasta gratis

Baca juga: DPRD DKI: Sekolah swasta gratis jadi kunci cegah putus sekolah

Baca juga: Mendikdasmen paparkan sejumlah langkah tekan angka anak putus sekolah

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |