Moskow (ANTARA) - Iran mengecam Amerika Serikat karena menggunakan isu pelayaran di Selat Hormuz sebagai alasan untuk membenarkan aksi militer dan tekanan terhadap Teheran, menurut laporan Press TV pada Sabtu.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Teheran akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melindungi hak, kepentingan, dan keamanan nasionalnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah CBS News melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran yang dapat dilancarkan pada akhir pekan ini.
Menurut laporan itu, Iran juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara tetangga di Timur Tengah meskipun ketegangan dengan Washington terus meningkat.
Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik yang meletus pada 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya menyatakan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran sudah tidak berlaku lagi.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Putra Mahkota Saudi khawatirkan rencana serangan AS ke Iran
Baca juga: Iran sebut fasilitas energi Teluk berpotensi jadi sasaran balasan
Baca juga: AS-Israel disebut siapkan serangan besar ke infrastruktur energi Iran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































