Indonesia siap tonjolkan kekayaan budaya di pembukaan ASEAN Para Games

2 weeks ago 21

Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia siap menonjolkan kekayaan budaya Nusantara pada upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand.

"Pada upacara pembukaan nanti, kami akan menampilkan sesuatu yang istimewa. Indonesia ingin menunjukkan kepada negara-negara peserta bahwa kita kaya akan budaya, sekaligus melambangkan filosofi kebudayaan dan persatuan," kata Anggota Tim Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Dedy Irwan Virantama dalam keterangan NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Senin.

Kontingen Indonesia mempercayakan atlet para angkat berat M. Mabruk Arib Dzaky sebagai pembawa bendera Merah Putih pada acara pembukaan pada Selasa (20/1).

Atlet asal Kalimantan Barat tersebut akan dikawal dua atlet para tenis meja asal Jawa Tengah, Agustiningsih dan Sri Wahyuni, yang masing-masing mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.

Baca juga: Atlet termuda para angkat berat ingin beri kejutan positif di APG 2025

Selain itu, atlet para atletik asal Bali I Kadek Dwi Purwana Yasa serta atlet para panahan asal Kalimantan Selatan Riyanti Ananda juga akan tampil mengenakan busana adat dari Provinsi Sumatera Utara.

Dedy menjelaskan, penunjukan Arib Dzaky sebagai pembawa bendera yang merupakan atlet muda dan berprestasi menjadi simbol kejayaan para atlet Indonesia.

Dia mengatakan, keseriusan kontingen Indonesia dalam mempersiapkan upacara pembukaan juga menegaskan kesiapan para atlet untuk memburu prestasi pada ajang multi cabang olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.

Kontingen Merah Putih menargetkan perolehan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu pada ajang yang berlangsung selama 20-26 Januari.

Baca juga: Persiapan selama setahun jadi modal para panahan bidik emas APG 2025

"Jika ditanya soal kesiapan atlet, hal itu tidak perlu diragukan. Mereka telah beradaptasi dengan lingkungan dan arena pertandingan, serta siap meraih kemenangan," katanya.

Sementara itu, Arib Dzaky yang akan mengenakan busana adat NTT mengaku terkesan dengan keindahan busana yang akan dikenakannya saat pembukaan.

"Menurut saya, busananya sangat bagus. Walaupun saya berasal dari Kalimantan Barat, bukan dari NTT, saya tetap merasa bangga dan menyukainya," kata peraih medali perak PEPARNAS XVII 2024 dan medali emas World Abilitysport Youth Games 2025 tersebut.

Atlet para tenis meja Sri Wahyuni yang akan mengenakan busana adat Bali juga mengaku lebih percaya diri menyambut pengalaman pertamanya mengikuti upacara pembukaan ASEAN Para Games.

Baca juga: Klasifikasi kontingen Indonesia dalam APG 2025 sudah sesuai harapan

Baca juga: Tim Para Atletik Indonesia tak terbebani target 25 emas di APG 2025

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |