IHSG berpotensi volatil, pasar cermati upaya gencatan senjata AS-Iran

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak volatil di tengah pelaku pasar masih mencermati upaya gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

IHSG dibuka menguat 11,54 poin atau 0,16 persen ke posisi 7.313,66. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,42 poin atau 0,06 persen ke posisi 746,87.

"Kiwoon Research sarankan untuk lakukan Average Up dengan penuh perhitungan dan menerapkan money-management dengan disiplin," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, AS mengajukan proposal damai 15 poin, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan dismantling fasilitas nuklir Iran. Trump menyebut negosiasi berjalan, namun Iran menegaskan tidak ada pembicaraan, dan tidak akan menghentikan perang sebelum syaratnya terpenuhi.

Baca juga: BSA Logistics IPO pertama 2026, tawarkan harga Rp150-Rp170 per saham

Di sisi lain, Iran menuntut penghentian penuh perang (bukan sekadar ceasefire), pengakuan atas kontrol Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi, serta kebebasan program militer.

Komunikasi masih berlangsung via mediator seperti Pakistan, Turki, dan Mesir, namun gap kedua pihak masih sangat jauh.

"Pasar berada dalam kondisi “hope vs reality". Setiap headline positif memicu risk-on, tetapi langsung diimbangi denial dari Iran,'" ujar Liza.

Sementara itu, ekspektasi suku bunga global berubah drastis, yaitu pasar kini tidak lagi pricing in bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan pada tahun ini, dari sebelumnya ekspektasi dua kali pemangkasan.

BofA menyatakan harga minyak saat ini sudah berada di zona “hawkish” bagi The Fed. Apabila minyak WTI bertahan di 80-100 dolar AS per barel, maka risiko rate hike meningkat. Namun jika shock bersifat sementara dan menekan konsumsi, The Fed dapat kembali dovish.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |