AS mendesak Sekutu tingkatkan dukungan di Selat Hormuz

2 hours ago 3

Washington (ANTARA) - Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) kini mulai berpartisipasi dalam upaya penyelesaian krisis di Selat Hormuz, namun Washington mengharapkan dukungan yang lebih besar, kata Duta Besar AS untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Matthew Whitaker, Rabu (25/3).

“Kami memiliki sekutu yang akhirnya mulai bergerak … Ada sekutu kunci yang berkontribusi dan menyediakan berbagai dukungan. Kami hanya menginginkan lebih banyak lagi,” ujar Whitaker kepada media penyiaran Fox Business.

Ia juga mengatakan bahwa AS tengah bekerja secara intensif dalam jalur diplomatik untuk meyakinkan mitra di Eropa dan Timur Tengah agar turut terlibat.

“Sayangnya, perlu upaya meyakinkan bahwa isu ini lebih penting bagi mereka dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Whitaker.

Ia menambahkan bahwa perkembangan Selat Hormuz yang krusial saat ini turut memengaruhi harga minyak global.

Pada 14 Maret, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lainnya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan pelayaran. Ia memperingatkan sekutu NATO bahwa aliansi tersebut menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika gagal mengamankan selat itu.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa belum siap mengirim armada ke kawasan tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Penyerbuan AS-Israel terhadap Iran telah menyebabkan gangguan pengiriman pasokan migas via Selat Hormuz sehingga memicu lonjakan harga energi global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Sekjen PBB: Konflik Timur Tengah sudah di luar kendali

Baca juga: Ghalibaf dan Araghchi dihapus dari daftar target sementara AS, Israel

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |