Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak variatif seiring potensi aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang periode akhir pekan.
Dibuka menguat, IHSG bergerak melemah 20,44 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.647,45 pada pukul 10.00 WIB. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,75 poin atau 0,41 persen ke posisi 660,02.
"Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan Jumat, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat .
Dari mancanegara, sentimen pasar didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan kenaikan pada saham-saham sektor perangkat lunak. Di sektor teknologi, Nvidia mengonfirmasi kesepakatan untuk mengakuisisi platform kecerdasan buatan, Hugging Face, dengan nilai hampir 13 miliar dolar AS.
Di sisi lain, investor menantikan data nonfarm payrolls (NFP) AS yang diperkirakan terdapat penambahan pekerjaan sebanyak 58.000 pada Agustus 2026, atau membaik dibandingkan penurunan sebanyak 23.000 pada Juli 2026.
Sedangkan tingkat pengangguran AS diperkirakan tetap di level 4,1 persen.
Ratna mengatakan investor global sangat menantikan data tenaga kerja AS, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, serta tekanan jual pada pasar obligasi global.
"Jika data nonfarm payrolls ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih solid, serta di tengah harga minyak yang bertahan di level tinggi, maka peluang The Fed akan menaikkan bunga sebesar 25 bps pada 16 September 2026 akan semakin besar," ujar Ratna.
Sementara itu, harga minyak ditutup stabil di atas 90 dolar AS per barel pada Kamis (3/9), meskipun Iran terus menyerang sekutu AS di kawasan Teluk.
U.S. 10-year Bond Yield turun lebih dari 2 bps ke level 4.772 persen, seiring pernyataan Gubernur Fed Christopher Waller yang menyatakan cenderung untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan The Fed bulan September ini.
Adapun, OPEC+ dijadwalkan melakukan pertemuan untuk membahas tingkat produksi minyak bulan Oktober pada Minggu (6/9). Sebelumnya OPEC+ telah menaikkan kuota produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari berlaku mulai September 2026.
Rusia menyatakan bahwa aliansi itu tidak berencana mengurangi produksi karena pemulihan permintaan global. Jika OPEC+ kembali menaikkan produksi, diharapkan dapat menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240 triliun dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
Adapun, BGN menyatakan terbuka untuk melakukan efisiensi anggaran MBG tahun depan. BGN akan kembali menghitung kebutuhan anggaran 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program di lapangan.
"Jika anggaran program MBG dapat dikurangi diharapkan akan dapat digunakan untuk program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan defisit anggaran," ujar Ratna.
Bursa Eropa kompak menguat pada Kamis (3/9), di antaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,70 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,63 persen, indeks CAC 40 menguat 0,07 persen, dan indeks Euro Stoxx menguat 0,27 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak menguat pada Kamis (3/9), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,18 persen ke level 53.686,11, indeks S&P 500 menguat 1,06 persen ke level 7.747,71, indeks Nasdaq Composite menguat 1,40 persen ke level 26.584,06.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1,03 persen ke 64.878, 00, indeks Shanghai menguat 0,56 persen ke 3.964,56, indeks Hang Seng menguat 2,19 persen ke 25.768,00, indeks Kospi menguat 1,47 persen ke 6.676,60, dan indeks Strait Times menguat 0,95 persen ke 5.802,59.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































